SMK Pawiyatan-Kedisplinan menjadi hal penting dalam proses pembelajaran bagi siswa di lingkungan SMK Pawiyatan. Para dewan guru menyadari bahwa sikap disiplin menjadi kunci kesuksesan anak didiknya. Karena kedisiplinan bukan hanya mendorong siswa untuk terbiasa belajar sesuai waktunya, tetapi juga mampu membangun karakter (character building) bagi siswa.

Maka, tak heran bila persoalan kedisiplinan siswa menjadi perhatian utama sekolah dan dijadikan sebagai tradisi, termasuk masuk tepat pada waktunya. Para siswa yang terlambat, akan langsung dapat pembinaan dan sanksi. Bentuknya, bukan sanksi fisik, tetapi sanksi yang mampu membangun karakter siswa. Di antaranya berupa perintah membaca Al-Qur’an dan menganbil daun-daun yang berserakan di halaman, sehingga menjadi bersih.

Kedisplinan yang ingin dibangun secara konsisten tersebut membuat sering ada pemandangan beda di depan sekolah. Ada beberapa siswa terhalang, tidak boleh masuk kelas mengikuti pelajaran yang dimulai setiap pukul 06.30 WIB pagi. Mereka dilarang masuk kelas karena terlambat datang.  Itu juga yang menjadi pemandangan, KAMIS (26/9/2023). Para siswa duduk  berjajar di Lapangan dan bergiliran  membaca kitab suci al qur’an dengan dipandu oleh para guru BP/BK.

Di bawah komando langsung guru BP/BK  sebagai Ketua Tata Tertib, para guru BP/BK mengumpulkan beberapa siswa yang datang terlambat tersebut Mereka memberikan arahan dan pembinaan. Selanjutnya, para siswa tahu apa yang harus dilakukan untuk bisa masuk kelas. Mereka harus membaca kitab suci al qur’an secara bergiliran dengan berwudhu terlebih dahulu. “Kami suruh membaca surat Yasin,”  kata pak dani dan ibu ika guru BP/BK.

Selain membaca Al-Quran, pihaknya juga terkadang memberikan sanksi dengan mengambil daun yang berserakan di halaman. Bagi dia, sanksi ini dimaksudkan untuk membangun karakter anak didik agar disiplin, sekaligus juga untuk mentradisikan Al-Qur’an dan hidup bersih. “Dan alhamdulillah, banyak siswa yang akhirnya sadar dan tidak terlambat lagi,” kata pak dani. (bam)