SMK Pawiyatan Surabaya Gelar Penerimaan Tamu Ambalan 2026

Surabaya, 3 Oktober 2026 – SMK Pawiyatan Surabaya kembali menggelar kegiatan kepramukaan tahunan, yakni Penerimaan Tamu Ambalan (PTA) Ir. Juanda – Fatmawati tahun 2026. Kegiatan yang ditujukan bagi seluruh siswa kelas 10 ini diselenggarakan selama dua hari satu malam, mulai hari Jumat, 2 Oktober hingga Sabtu, 3 Oktober 2026, bertempat di lingkungan sekolah.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Marcelino Yusuf Putra Ariyadi, menyampaikan bahwa PTA bertujuan untuk meningkatkan soft skill serta pengetahuan siswa mengenai kepramukaan dan kepemimpinan. “Melalui kegiatan ini, kami berharap anggota baru Pramuka SMK Pawiyatan dapat meningkatkan mutu kepribadian dan mental mereka,” ujarnya, selaras dengan latar belakang diadakannya acara.
Kegiatan PTA resmi dibuka pada Jumat siang dengan Upacara Pembukaan yang diisi dengan pembacaan Dasa Darma dan prosesi adat ambalan. Dalam amanatnya, Pembina Upacara menekankan pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, dan menjaga kesehatan selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan PTA. Upacara pembukaan ini juga diiringi dengan nyanyian lagu Hymne Pramuka.
Selama dua hari pelaksanaannya, peserta PTA mengikuti beragam kegiatan yang melatih kemandirian dan kerja sama tim. Pada hari pertama, setelah registrasi dan pembekalan materi, peserta ditantang dalam kegiatan “Petualangan Per-pos & Hasta Karya”. Malam harinya, semangat kebersamaan semakin terasa melalui kegiatan Api Unggun, Pentas Seni, dan Malam Inagurasi di lapangan sekolah.
Hari kedua dimulai sejak dini hari dengan sholat subuh berjamaah, dilanjutkan senam pagi, dan sarapan bersama. Kemeriahan PTA semakin memuncak dengan adanya sesi permainan dan kompetisi (Game 3), yang meliputi Perang Obor, Volley Blind (bola voli dengan net tertutup), dan Estafet Tepung.
Kegiatan yang berada di bawah perlindungan Ketua Majelis Gugus Depan, Bapak Andi Susanto, SE, MM, ini ditutup pada Sabtu pagi. Setelah peserta melakukan “Operasi Semut” untuk membersihkan area kegiatan, rangkaian PTA diakhiri dengan Upacara Penutupan dan Pemberian Reward kepada peserta. ~AA

PMR SMK Pawiyatan Surabaya Resmi Sahkan Anggota Baru Lewat Kegiatan Orientasi Seru dan Edukatif

Surabaya, 19 September 2026 – Palang Merah Remaja (PMR) SMK Pawiyatan Surabaya sukses menggelar kegiatan Orientasi dan Pengesahan Anggota Baru pada Sabtu (19/9). Mengambil tempat di lingkungan sekolah, kegiatan ini berlangsung padat dan penuh semangat sejak pukul 07.00 hingga 16.00 WIB.

Rangkaian acara diawali dengan apel pembukaan di lapangan sekolah yang diikuti oleh seluruh calon anggota baru dengan penuh ikhtiar dan disiplin. Usai apel, para peserta langsung diuji kemampuannya melalui sesi tes pos per pos. Pada tahap ini, setiap individu diuji secara mandiri terkait pemahaman materi kepalangmerahan dan pertolongan pertama yang telah dipelajari sebelumnya.

Tidak berhenti di situ, seluruh materi yang diujikan kemudian dikupas kembali dalam sesi evaluasi materi guna memastikan setiap anggota benar-benar memahami peran dan kecakapan dasar seorang relawan muda.

Suasana semakin meriah saat memasuki siang hari melalui kegiatan treasure hunt. Permainan teka-teki interaktif ini berhasil menguji ketangkasan, logika, serta kerja sama tim para peserta. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi kritik dan saran sebagai ruang evaluasi terbuka, momen jejak kebersamaan untuk mempererat ikatan kekeluargaan antaranggota, serta ditutup dengan penampilan kreatif pada pentas seni.

Kesuksesan dan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan orientasi ini tidak lepas dari pendampingan Mas Pungki selaku Fasilitator PMR SMK Pawiyatan Surabaya, yang dibantu oleh Kak Najwa, mahasiswa magang dari Universitas Airlangga (UNAIR).

Melalui orientasi ini, para anggota baru yang telah disahkan diharapkan tidak hanya siap secara teori dan keterampilan pertolongan pertama, tetapi juga memiliki jiwa kemanusiaan, loyalitas, serta rasa kebersamaan yang tinggi sesuai dengan Tri Bakti PMR.~AA

SMK Pawiyatan Surabaya Terapkan RTS dari BNNP JATIM

Surabaya 04 Sept 2026 — Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan bersih dari penyalahgunaan narkotika terus diperkuat oleh SMK Pawiyatan Surabaya. Salah satunya melalui keterlibatan siswa dalam program Remaja Teman Sebaya (RTS) yang digaungkan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai bagian dari penguatan ketahanan remaja terhadap penyalahgunaan narkoba.

Dalam program tersebut, SMK Pawiyatan Surabaya menjadi salah satu sekolah yang menerapkan program RTS di Kota Surabaya. Program ini menempatkan remaja sebagai bagian penting dalam membangun kesadaran di lingkungan sekolah. Melalui pendekatan teman sebaya, siswa diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu menjadi penggerak dan penyampai pesan positif kepada teman-temannya.

Keterlibatan SMK Pawiyatan juga sejalan dengan agenda BNN Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat ketahanan diri remaja untuk mengenali dan menolak penyalahgunaan narkotika, termasuk penyalahgunaan narkotika melalui rokok elektronik atau vape. Dalam surat resminya, BNN Provinsi Jawa Timur mengangkat tema “Jangan Tertipu Asapnya, Pahami Bahayanya, Berani Tolak Penyalahgunaan Narkotika.”

Dua Siswa Dipercaya Menjadi Duta Sekolah

Sebagai bentuk nyata keterlibatan siswa, SMK Pawiyatan Surabaya menunjuk dua siswa untuk menjadi duta sekolah dalam menyampaikan pesan pencegahan kepada generasi muda.

Keduanya adalah Jonathan Raditya Alviano Pawani, siswa kelas XII DKV 1, yang dipercaya menjadi duta sekolah untuk sosialisasi bahaya narkoba, serta Annurruhullah Ramadhan, siswa kelas XII DKV 2, yang dipercaya menjadi duta sekolah untuk sosialisasi bahaya vape.

Penunjukan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk menumbuhkan keberanian dan kepedulian siswa dalam menyampaikan edukasi kepada lingkungan sebayanya. Pesan pencegahan akan lebih mudah diterima ketika disampaikan oleh sesama remaja dengan bahasa dan pendekatan yang dekat dengan kehidupan mereka.

Foto : Annurruhullah Ramadhan Dan Jonathan Raditya Alviano Pawani

 

Jonathan: Remaja Bersinar, Remaja Bersih Narkoba

Dalam kegiatan sosialisasi program RTS yang dilaksanakan di aula SMK Pawiyatan Surabaya pada Jumat, 4 September 2026, Jonathan Raditya Alviano Pawani turut menyampaikan materi bertajuk “Remaja Bersinar — Bersih Narkoba.”

Materi tersebut mengangkat pentingnya membangun kesadaran sejak usia remaja. Jonathan menjelaskan bahwa remaja merupakan generasi penerus bangsa yang rentan terhadap pengaruh lingkungan. Karena itu, pemahaman mengenai bahaya narkoba menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan remaja untuk mengenali, menghindari, dan menolak penyalahgunaan narkotika.

Dalam pemaparannya, Jonathan juga mengajak teman-temannya memahami konsekuensi penyalahgunaan narkoba. Materi yang disampaikan mencakup dasar hukum narkotika di Indonesia, jenis dan golongan narkotika, dampak terhadap kesehatan fisik dan psikologis, serta berbagai dampak sosial yang dapat ditimbulkan. Penyalahgunaan narkoba tidak hanya berisiko terhadap kesehatan, tetapi juga dapat berdampak pada pendidikan, pekerjaan, hubungan keluarga, kehidupan sosial, dan masa depan remaja.

Jonathan juga menekankan pentingnya edukasi, dukungan keluarga, dan memilih lingkungan pergaulan yang positif sebagai bagian dari upaya pencegahan. Materi BNN yang disampaikannya menempatkan pengetahuan dan kesadaran sebagai bekal agar remaja mampu mengenali bahaya narkoba dan menghindarinya.

Pesan yang dibawa Jonathan sederhana namun kuat: jangan sampai narkoba menentukan masa depan generasi muda. Remaja harus berani mengambil keputusan yang sehat, menjaga pergaulan, dan memiliki keberanian untuk mengatakan tidak terhadap penyalahgunaan narkoba.

Membangun Budaya Saling Mengingatkan

Program Remaja Teman Sebaya tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi. Lebih jauh, program ini diharapkan mampu membangun budaya saling mengingatkan di antara siswa.

Masa remaja merupakan periode penting dalam pembentukan karakter, pengambilan keputusan, dan pencarian jati diri. Pada fase tersebut, pengaruh lingkungan dan teman sebaya memiliki peran yang cukup besar. Oleh sebab itu, membangun lingkungan pertemanan yang positif menjadi salah satu bagian penting dalam mencegah siswa terjerumus pada perilaku yang berisiko.

Melalui RTS, siswa didorong untuk menjadi teman yang peduli, teman yang mengingatkan, dan teman yang berani mengatakan tidak terhadap narkoba maupun penyalahgunaan vape.

Kehadiran Jonathan dan Annurruhullah sebagai duta sekolah menjadi representasi semangat tersebut. Mereka tidak hanya membawa nama sekolah dalam kegiatan yang berkaitan dengan BNN, tetapi juga diharapkan mampu meneruskan pesan edukasi kepada warga SMK Pawiyatan Surabaya.

Bersama Mewujudkan Generasi Bersih Narkoba

SMK Pawiyatan Surabaya memandang pencegahan penyalahgunaan narkoba sebagai bagian dari pendidikan karakter. Sekolah tidak hanya bertugas memberikan pengetahuan akademik dan keterampilan kejuruan, tetapi juga membekali siswa dengan kemampuan mengambil keputusan yang bertanggung jawab serta menjaga diri dan lingkungannya.

Keterlibatan dalam program Remaja Teman Sebaya menjadi salah satu bentuk komitmen tersebut. Dengan dukungan sekolah, keluarga, BNN, dan seluruh warga sekolah, diharapkan tumbuh generasi muda yang memiliki pengetahuan, keberanian, dan keteguhan untuk menolak penyalahgunaan narkoba.

Remaja bersinar bukan sekadar slogan. Ia adalah semangat untuk menjaga masa depan, membangun pergaulan yang sehat, dan bersama-sama menciptakan sekolah yang bersih dari narkoba. ~AA

LDKS OSIS SMK Pawiyatan Surabaya: Membentuk Karakter Pemimpin Muda yang Kritis, Kompak, dan Bertanggung Jawab

Pasuruan, 7 September 2026 — Sebanyak 82 siswa SMK Pawiyatan Surabaya mengikuti kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) OSIS yang digelar di TSOT Camp, Jl. Kaliandra, Dusun Gamoh, Desa Dayurejo, Prigen, Pasuruan, Senin (7/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 7–8 September 2026, ini diselenggarakan dengan menggandeng TSOT Outbound sebagai event organizer. Para peserta terdiri atas 66 siswa putri dan 16 siswa putra, yang mengikuti rangkaian kegiatan kepemimpinan dengan memadukan pembekalan materi, diskusi, serta aktivitas outbound di alam terbuka.

Dibuka Waka Kesiswaan

Rangkaian LDKS secara resmi dibuka oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Pawiyatan Surabaya, Bapak Lantip Rahmadi, M.M.

Dalam sambutannya, Lantip Rahmadi menekankan bahwa LDKS bukan sekadar kegiatan untuk memberikan pemahaman mengenai organisasi OSIS. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana pembentukan karakter siswa agar memiliki bekal yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia menyampaikan bahwa melalui LDKS, siswa diharapkan mampu berpikir kritis, bekerja dalam tim, memiliki komitmen, serta bertanggung jawab terhadap tugas dan amanah yang diberikan.

Pesan tersebut menjadi landasan penting bagi peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Seorang pemimpin, menurut semangat yang dibangun dalam kegiatan ini, bukan hanya dituntut mampu memberikan arahan kepada orang lain, tetapi juga harus mampu mengambil keputusan secara bijak, menghargai anggota tim, memegang komitmen, dan bertanggung jawab atas setiap keputusan yang diambil.

Tantangan Outbound, Belajar dari Pengalaman

Usai pembukaan dan kontrak belajar, peserta mengikuti diskusi kelompok sebelum memasuki kegiatan yang lebih menantang. Aktivitas Flying Fox menjadi salah satu pengalaman yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk melatih keberanian dan kepercayaan diri.

Kegiatan kemudian berlanjut dengan Outbound Rally. Dalam aktivitas ini, kekompakan dan komunikasi antarpeserta menjadi bagian penting untuk menyelesaikan tantangan.

Di sinilah nilai kepemimpinan tidak hanya dibicarakan, tetapi dipraktikkan secara langsung. Peserta belajar bahwa sebuah tim dapat bekerja secara optimal ketika setiap anggotanya mampu berkomunikasi, saling mendukung, menjalankan peran, dan bertanggung jawab terhadap tujuan bersama.

Dari Keorganisasian hingga Manajemen Diri

Selain aktivitas luar ruang, peserta juga mendapatkan pembekalan melalui materi Keorganisasian dan Administrasi. Materi tersebut memberikan dasar pemahaman mengenai bagaimana sebuah organisasi dapat dikelola dengan baik dan tertib.

Saat berita ini disusun, peserta tengah mengikuti materi “Manajemen Diri”. Materi ini menjadi bagian penting dalam rangkaian LDKS karena kepemimpinan pada dasarnya diawali dari kemampuan seseorang dalam mengelola dirinya sendiri.

Peserta diajak memahami pentingnya kedisiplinan, pengelolaan waktu, menentukan prioritas, membangun komitmen, serta bertanggung jawab terhadap tugas yang telah diberikan.

Pembelajaran tersebut menjadi semakin relevan setelah peserta sebelumnya mengikuti berbagai aktivitas kelompok. Pengalaman di lapangan memberikan gambaran nyata bahwa keberhasilan sebuah kegiatan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kemampuan setiap anggota untuk mengendalikan diri, menjalankan peran, dan bekerja bersama.

Menyiapkan Kader OSIS yang Berkarakter

LDKS OSIS SMK Pawiyatan Surabaya diharapkan menjadi momentum bagi para peserta untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri, kritis, disiplin, mampu bekerja sama, berkomitmen, dan bertanggung jawab.

Dengan mengambil lokasi di kawasan alam terbuka Prigen, kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari pembelajaran di ruang kelas. Setiap tantangan menjadi media untuk belajar, setiap kerja sama menjadi latihan kepemimpinan, dan setiap tugas menjadi kesempatan untuk membangun rasa tanggung jawab.

Rangkaian LDKS hari pertama masih akan berlanjut hingga malam. Peserta dijadwalkan mengikuti Malam Inagurasi, yang diharapkan menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan dan membangun kekompakan antarpeserta.

Dari TSOT Camp, Prigen — LDKS OSIS SMK Pawiyatan Surabaya bukan sekadar latihan menjadi pengurus organisasi. Ini adalah proses menempa karakter: belajar berpikir kritis, belajar bekerja sebagai tim, memegang komitmen, dan berani bertanggung jawab. ~AA

Semarak 8 Profil Dimensi Kelulusan: Kolaborasi Kewirausahaan, Seni, dan Kepedulian Sosial di SMK Pawiyatan Surabaya

SURABAYA, 19 Agustus 2026 – SMK Pawiyatan Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang mandiri, kreatif, berdaya saing, serta memiliki kepekaan sosial melalui penyelenggaraan acara kurikulum bertajuk “8 Profil Dimensi Kelulusan”. Kegiatan yang berlangsung meriah pada hari ini, Rabu, 19 Agustus 2026, sukses memadukan semangat kewirausahaan, apresiasi seni dari para siswa, sekaligus aksi kepedulian sosial.

Berdasarkan informasi resmi, rangkaian kegiatan ini dirancang secara terstruktur agar seluruh tingkatan kelas dapat berpartisipasi dan unjuk gigi sesuai dengan peran masing-masing.

Rangkaian Kegiatan Utama
Acara hari ini dibagi menjadi beberapa fokus kegiatan utama yang saling melengkapi:
• Bazar PKWU (Kelas 12): Siswa-siswi kelas 12 mempraktikkan langsung ilmu Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU) mereka melalui bazar. Berbagai produk inovatif, khususnya produk makanan dan minuman kekinian, dijajakan di stan-stan yang telah disediakan. Kegiatan ini melatih kemampuan berwirausaha, pemasaran, hingga kerja sama tim.
• Pentas Seni (Kelas 10 & 11): Sebagai bentuk apresiasi terhadap minat dan bakat siswa di bidang non-akademik, siswa kelas 10 dan 11 memeriahkan suasana dengan berbagai suguhan pentas seni. Mulai dari seni tari, musik, hingga teatrikal ditampilkan dengan penuh percaya diri.
• Ajang Pencarian Bakat (Disponsori oleh Camellia): Acara semakin semarak dengan hadirnya sponsor dari Camellia yang memberikan wadah khusus dengan menampilkan 10 Penampilan Terbaik dari bakat-bakat siswa yang sebelumnya sudah disetorkan dan diseleksi.

Aksi Kepedulian Sosial (Bansos) sebagai Penutup Acara
Sebagai wujud kepedulian nyata dan melengkapi kesuksesan rangkaian acara hari ini, SMK Pawiyatan Surabaya menutup kegiatan “8 Profil Dimensi Kelulusan” dengan penyaluran Bantuan Sosial (Bansos). Bantuan ini diserahkan langsung oleh pihak sekolah kepada sejumlah murid Yatim Piatu, Yatim dan Piatu. Kegiatan bansos ini tidak hanya bertujuan untuk meringankan beban sesama, tetapi juga menjadi sarana edukasi karakter bagi seluruh siswa guna menumbuhkan rasa empati, gotong royong, dan solidaritas sosial di lingkungan sekolah.

Disiplin dan Komitmen Akademik
Meski dipenuhi dengan agenda perayaan dan kreativitas, pihak sekolah memastikan bahwa hak akademik siswa tetap terpenuhi. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) terpantau tetap berjalan setelah kegiatan ini selesai yaitu pukul 12.35 dan jam kepulangan siswa tetap dijadwalkan pada pukul 14.50 WIB.

Melalui harmoni antara kewirausahaan, seni, dan kepedulian terhadap sesama, SMK Pawiyatan Surabaya berharap para siswa dapat terus memegang teguh moto sekolah: “Kompeten, Unggul, Mandiri dan Bertaqwa!”

 

 

 

Kapolsek Sukomanunggal Berikan Pembekalan Karakter dan Kesadaran Hukum kepada Peserta MPLS SMK Pawiyatan Surabaya

 

Surabaya 15 Juli 2026 – Dalam rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, SMK Pawiyatan Surabaya menghadirkan Kapolsek Sukomanunggal, Kota Surabaya, KOMPOL M. Akhyar, S.H., M.H., sebagai narasumber untuk memberikan pembekalan kepada para peserta didik baru. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran hukum, membangun karakter positif, serta membekali siswa dalam menghadapi berbagai tantangan pergaulan di era digital.

Di hadapan ratusan peserta MPLS, KOMPOL M. Akhyar didampingi Kepala SMK Pawiyatan Surabaya serta Guru-guru SMK Pawiyatan, menekankan pentingnya sikap kritis dalam menerima informasi, terutama yang berasal dari media sosial. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi memberikan banyak manfaat, namun juga membawa berbagai risiko apabila tidak disikapi dengan bijaksana.

Beliau mengingatkan agar seluruh siswa SMK Pawiyatan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang beredar di media sosial. Setiap informasi yang diterima harus disaring dan dianalisis menggunakan logika serta pemikiran yang sehat sebelum dipercaya maupun disebarluaskan kepada orang lain.

Selain itu, beliau juga mengajak para siswa untuk berhati-hati dalam memilih lingkungan pergaulan. Masa remaja merupakan periode yang sangat rentan terhadap pengaruh teman sebaya, sehingga diperlukan kemampuan untuk membedakan mana perilaku yang membawa manfaat dan mana yang justru dapat merugikan masa depan.

Dalam penyampaiannya, KOMPOL M. Akhyar menyoroti berbagai bentuk perilaku negatif yang sering terjadi di kalangan remaja, seperti kebiasaan nongkrong tanpa tujuan yang jelas, begadang hingga larut malam, serta menghabiskan waktu untuk aktivitas yang tidak memberikan manfaat bagi pengembangan diri. Beliau menjelaskan bahwa pergaulan yang tidak sehat dapat menjadi pintu masuk bagi berbagai permasalahan yang lebih serius, seperti tawuran antarpelajar, perilaku seksual berisiko, hingga tindakan yang melanggar norma dan hukum.

Lebih lanjut, beliau menegaskan pentingnya menjauhi segala bentuk pelanggaran hukum, termasuk penyalahgunaan narkoba, perundungan (bullying), geng remaja yang bersifat negatif, serta tawuran. Menurutnya, tindakan-tindakan tersebut tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga dapat merusak masa depan dan mencoreng nama baik keluarga maupun sekolah.

Kepada para peserta didik baru, Kapolsek Sukomanunggal berpesan agar memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk belajar dan mengembangkan potensi diri. Beliau menekankan bahwa kesuksesan tidak datang secara instan, melainkan melalui proses perjuangan, kedisiplinan, dan kerja keras yang dilakukan secara konsisten.

“Tugas utama seorang pelajar adalah belajar. Jangan mudah ikut-ikutan teman yang menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Siswa harus mampu mengendalikan diri dan memiliki keberanian untuk memilih jalan yang benar demi masa depan yang lebih baik,” pesannya.

Pada akhir pembekalannya, KOMPOL M. Akhyar menyampaikan bahwa selain berusaha dan belajar dengan sungguh-sungguh, setiap siswa juga perlu memiliki sikap tawadhu atau rendah hati serta senantiasa taat dan berbakti kepada orang tua. Menurut beliau, keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan dan kemampuan akademik, tetapi juga oleh akhlak dan sikap hormat kepada orang tua serta guru.

Beliau menambahkan bahwa berbagai pengaruh negatif yang mengancam generasi muda akan lebih mudah dihindari apabila seseorang memiliki keimanan dan ketakwaan yang kuat. Dengan iman dan takwa sebagai landasan hidup, siswa akan memiliki benteng moral yang mampu membimbing mereka dalam mengambil keputusan dan menentukan arah masa depan.

Melalui kegiatan pembekalan ini, SMK Pawiyatan Surabaya berharap peserta didik baru tidak hanya memahami pentingnya menaati aturan hukum, tetapi juga mampu membangun karakter yang disiplin, bertanggung jawab, berakhlak mulia, serta siap menjadi generasi muda yang berprestasi dan bermanfaat bagi masyarakat.

Kepala Sekolah Ajak Peserta MPLS SMK Pawiyatan Mengutamakan Pendidikan Karakter

Surabaya 13 Juli 2026 – SMK Pawiyatan Surabaya secara resmi membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 melalui upacara yang dilaksanakan di lapangan sekolah pada Senin (13/07/2026). Sebanyak 385 peserta didik baru mengikuti kegiatan pembukaan dengan penuh semangat dan antusias didampingi Bapak dan Ibu Guru serta Tenaga Kependidikan SMK Pawiyatan Surabaya

Dalam amanatnya sebagai pembina upacara, Kepala SMK Pawiyatan Surabaya menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta didik baru yang telah resmi menjadi bagian dari keluarga besar SMK Pawiyatan. Beliau mengajak seluruh siswa untuk memanfaatkan masa pendidikan di sekolah sebagai kesempatan berharga untuk mengembangkan diri, baik dari sisi akademik maupun karakter.

Menurut beliau, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik semata. Ada aspek yang tidak kalah penting dan harus dimiliki setiap peserta didik, yaitu pendidikan karakter. Nilai-nilai seperti tanggung jawab, disiplin, adab, serta sikap taat dan berbakti kepada orang tua merupakan fondasi utama dalam membentuk pribadi yang unggul dan berintegritas.

“Selama menempuh pendidikan di SMK Pawiyatan, kalian tidak hanya belajar ilmu pengetahuan dan keterampilan sesuai bidang keahlian masing-masing. Yang lebih penting adalah bagaimana membentuk karakter yang baik, memiliki tanggung jawab, disiplin dalam menjalankan kewajiban, menjaga adab dalam pergaulan, serta selalu menghormati dan berbakti kepada orang tua,” pesan Kepala Sekolah di hadapan peserta MPLS.

Selain menekankan pentingnya pendidikan karakter, Kepala Sekolah juga mengajak para peserta didik baru untuk senantiasa bersyukur atas kesempatan yang dimiliki saat ini. Beliau mengingatkan bahwa tidak semua anak seusia mereka dapat mengenyam pendidikan dengan mudah. Masih banyak anak-anak yang menghadapi berbagai keterbatasan, baik karena faktor ekonomi maupun karena belum memperoleh kesempatan untuk bersekolah.

Pesan tersebut disampaikan sebagai bentuk motivasi agar para siswa dapat menghargai kesempatan belajar yang telah diberikan oleh orang tua dan sekolah. Dengan rasa syukur yang tinggi, diharapkan para peserta didik memiliki semangat belajar yang lebih kuat dan mampu memanfaatkan masa pendidikan mereka secara optimal.

Kegiatan upacara pembukaan MPLS berlangsung dengan tertib dan khidmat. Seluruh peserta didik baru mengikuti rangkaian acara dengan penuh perhatian sebagai langkah awal untuk mengenal lingkungan sekolah, budaya belajar, serta nilai-nilai yang menjadi landasan pendidikan di SMK Pawiyatan Surabaya.

Melalui kegiatan MPLS, sekolah berharap seluruh peserta didik baru dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah, mengenal warga sekolah, memahami tata tertib, serta menumbuhkan karakter positif yang akan menjadi bekal penting dalam perjalanan pendidikan maupun kehidupan mereka di masa depan.

Pramuka SMK Pawiyatan Surabaya Ikuti Persami KKRI Koarmada II 2026

Surabaya, 8 Juni 2026 – Prestasi dan partisipasi aktif kembali ditunjukkan oleh anggota Ekstrakurikuler Pramuka SMK Pawiyatan Surabaya. Perwakilan Pramuka SMK Pawiyatan Surabaya turut mengikuti kegiatan Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) Koarmada II Triwulan II Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Koarmada II bekerja sama dengan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur pada 6–7 Juni 2026 di KRI Makassar-590 dan Kompleks Mako Koarmada II Surabaya.

Kegiatan ini merupakan program pembinaan generasi muda yang bertujuan menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kepemimpinan, nasionalisme, serta cinta tanah air kepada para peserta. Sebanyak 250 Pramuka utusan dari 38 Kwartir Cabang se-Jawa Timur diberangkatkan oleh Kwartir Daerah Jawa Timur untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan berbagai materi dan pelatihan yang dirancang untuk membentuk karakter generasi muda yang tangguh dan berintegritas. Materi yang diberikan meliputi Bela Negara dan Wawasan Nusantara, Kepemimpinan, Pancasila dan Sejarah Perjuangan Bangsa, serta berbagai kegiatan lapangan seperti Latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB), outbound, survival, pionering, dan kunjungan ke kapal perang serta fasilitas TNI Angkatan Laut.

Perwakilan Pramuka SMK Pawiyatan Surabaya mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh antusias dan semangat. Selain memperoleh pengalaman baru mengenai dunia kemaritiman dan bela negara, para peserta juga berkesempatan berinteraksi dengan anggota Pramuka dari berbagai daerah di Jawa Timur sehingga memperluas wawasan serta mempererat persaudaraan sesama anggota Pramuka.

Pembina Pramuka SMK Pawiyatan Surabaya menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat yang sangat besar bagi peserta didik dalam mengembangkan karakter positif, meningkatkan rasa tanggung jawab, serta menumbuhkan jiwa kepemimpinan.

“Kegiatan KKRI Koarmada II menjadi sarana pembelajaran yang sangat berharga bagi siswa. Mereka tidak hanya belajar tentang disiplin dan kepemimpinan, tetapi juga semakin memahami pentingnya menjaga persatuan, cinta tanah air, dan semangat bela negara sebagai generasi penerus bangsa,” ujarnya.

Melalui keikutsertaan dalam kegiatan Persami KKRI Koarmada II Tahun 2026 ini, SMK Pawiyatan Surabaya berharap para anggota Pramuka dapat menjadi generasi muda yang berkarakter kuat, berintegritas, berjiwa nasionalis, serta mampu menjadi teladan baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Semangat yang diperoleh dari kegiatan ini diharapkan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud nyata pengamalan nilai-nilai kepramukaan.

Inagurasi Siswa Kelas XII SMK Pawiyatan Surabaya Berlangsung Meriah dan Penuh Kebersamaan

Surabaya – SMK Pawiyatan Surabaya menggelar kegiatan Inagurasi Siswa Kelas XII pada hari Sabtu, 23 Mei 2026, di lingkungan sekolah dengan suasana meriah, penuh semangat, dan kebersamaan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas XII serta dihadiri oleh bapak ibu guru dan Kepala SMK Pawiyatan Surabaya.

Acara inagurasi menjadi salah satu momen spesial bagi para siswa kelas XII sebagai bentuk kebersamaan sekaligus kenangan sebelum menyelesaikan masa belajar di SMK Pawiyatan Surabaya. Terlihat para siswa mengenakan seragam putih dengan penuh antusias mengikuti rangkaian kegiatan dan sesi foto bersama di lapangan sekolah.

Dalam kegiatan tersebut, seluruh siswa kelas XII berkumpul di depan backdrop bertuliskan “SMEKTAN” yang menjadi simbol semangat dan kebanggaan sebagai keluarga besar SMK Pawiyatan Surabaya. Suasana semakin meriah dengan adanya yel-yel kebersamaan dan dokumentasi angkatan yang berlangsung dengan tertib dan penuh keceriaan.

Kepala SMK Pawiyatan Surabaya dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga kepada seluruh siswa kelas XII yang telah menyelesaikan proses pendidikan dengan baik. Beliau juga memberikan pesan agar para siswa terus menjaga nama baik sekolah, semangat meraih cita-cita, dan tidak melupakan perjuangan selama belajar di SMK Pawiyatan Surabaya.

“Semoga seluruh siswa kelas XII dapat menjadi generasi yang sukses, berkarakter, dan mampu membawa nama baik sekolah di dunia kerja maupun pendidikan selanjutnya,” ujar beliau.

Kegiatan inagurasi ini juga menjadi ajang mempererat hubungan antara siswa dan guru setelah selama tiga tahun bersama dalam proses pembelajaran. Dengan penuh kebersamaan, acara berlangsung lancar dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta yang hadir.

Melalui kegiatan ini, SMK Pawiyatan Surabaya berharap tali silaturahmi antar siswa, guru, dan sekolah tetap terjaga meskipun para siswa nantinya telah melanjutkan perjalanan menuju masa depan masing-masing.