SHARING BEST PRACTICE
Kepala SMK Pawiyatan Surabaya L.A.N Hasyim, M.Si bersama Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Dedy Rahadian, M.Pd sedang mengikuti kegiatan Pengalaman Kelembagaan SMK Sharing Best Practice (praktik baik) bersama Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D.
Kegiatan ini dilaksanakan di SMKN 8 Surabaya, Jl. Kamboja No 18-20 Surabaya, Ketabang, Kec. Genteng, Kota Surabaya.
Best Practice (disebut juga praktik baik) adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan pengalaman terbaik tentang keberhasilan seseorang dalam melaksanakan tugas profesinya.
Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D. lahir 17 Maret 1975 adalah seorang teknokrat kelahiran Yogyakarta. Ia menjabat sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia sampai dengan tahun 2022. Ia juga pernah menjabat sebagai Dekan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada periode 2016-2020. Sebelum memimpin sebagai Dirjen di Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Wikan merupakan dosen di Universitas Gadjah Mada di bidang teknik permesinan.
Wikan Sakarinto mengenyam bangku sekolah menengah di SMPN 1 Yogyakarta dan SMAN 12 Yogyakarta. Lalu Wikan berkuliah di D3 Teknik Mesin UGM pada tahun 1994 hingga 1997. Selanjutnya Wikan menyelesaikan S1 ekstensi di Universitas Gadjah Mada pada Program Mechanical Engineering/ Teknik Mesin yang diselesaikannya pada tahun 2001; dan dengan beasiswa StuNed berkesempatan menempuh studi S2 di University of Twente, Belanda dan Technical University (Technische Universitat / TU) Dortmund , Jerman pada Program Mechanical Engineering dan selesai pada tahun 2005; beberapa waktu kemudian Wikan menempuh studi S3 di Kobe University Jepang pada Program Mechanical Engineering dan lulus pada tahun 2016.(id.wikipedia.org)
STUDI BANDING KE SMKN 2 BUDURAN SIDOARJO
Kegiatan Studi Banding ke SMK 2 Buduran, Sidoarjo
Berita lain. Klik disini
LEARNING MANAGEMENT SYSTEM: MOLEARN
Dalam pelaksanaan pembelajaran di SMK Pawiyatan Surabaya baik daring maupun luring menerapkan e-Learning. Metode belajar yang memanfaatkan perangkat lunak untuk mendistribusikan dan mengatur konten pembelajaran.
Sistem ini bisa membantu para guru untuk merencanakan dan membuat silabus, mengelola bahan pembelajaran, mengelola aktivitas belajar para siswa, mengelola nilai, merekapitulasi absensi para siswa, menampilkan transkrip nilai.
Dalam hal e-Learning ini, SMK Pawiyatan Surabaya bekerja sama dengan Universitas UNDIKA Surabaya. Undika telah mengembangkan e-learning dengan nama Mo-Learn.
Aplikasi MoLearn ini diciptakan oleh tim peneliti dari dosen Undika (Stikom Surabaya), Kerjasama ini dilaksanakan tanggal 10 Juni 2021, ditandatangi oleh Dr. Bambang Hariadi (Wakil Rektor III Undika) dan LAN Hasim, M.Si (Kepala SMK Pawiyatan Surabaya). Berdasarkan kerjasama dalam bidang kurikulum ini meliputi pelatihan dan implementasi aplikasi MoLearn dalam pembelajaran.