Ekstrakurikuler robotik merupakan kegiatan belajar robotika yang dimana dalam kegiatan belajar ini siswa akan diajarkan untuk membuat, merangkai, memodifikasi sebuah peralatan elektronik menjadi sebuah benda baru yang memiliki fungsi lain.
Pada umumnya robotik ini merupakan pembuatan sebuah robot sederhana dari peralatan elektronik yang ada di kehidupan sehari hari, bisa peralatan elektronik baru taupun yang bekas. Seni robotik ini juga sangat bermanfaat bagi siswa yang berminat pada ekstrakurikuler robotik, selain menjadi hobi robotik ini juga bisa menjadi sebuah prestasi yang membanggakan.
Robotik sendiri merupakan serapan dari kata robot yang bisa diartikan sebagai perangkat elektronik yang di program untuk melakukan tugas tugas manusia secara otomatis. Artinya setiap robot yang dibuat dengan teknologi yang mendukung bisa menjadi sebuah benda yang bisa mempermudah hidup manusia.
Robot sendiri juga biasanya dibekali dengan actual intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang dimana dengan kecerdasan buatan ini sebuah robot bisa berguna sesuai dengan peruntukan pembuatan awal robot itu sendiri. Namun pengajaran di sekolah, terutama dalam ekstrakurikuler robotik, materi yang diikuti tidak akan sampai ke dalam teknologi AI tapi lebih ke penggunaan sensor yang disematkan ke dalam robot yang dibuat untuk melakukan tugasnya masing masing.
Kompetisi dalam ekstrakurikuler robotik juga beragam, dari lomba robot sumo, hingga ke robot yang bisa membantu dan mempermudah kehidupan manusia. Semua tergantung dari pihak yang mengadakan kompetisi. Namun umumnya, baik dari tingkat Nasional hingga Internasional, perlombaan robotik antar siswa tidak pernah jauh dari kompetisi SUMO Robot dan juga Robot yang bisa membantu kehidupan manusia.
Maka dari itu perkembangan ekstrakurikuler robotik umumnya lebih ke memperdalam ilmu dalam merangkai robot sumo, robot yang bisa memiliki sensor untuk membantu kesehatan manusia seperti robot pendeteksi detak jantung pasien, robot yang bisa memadamkan api (dengan sensor api), robot pendeteksi gempa, robot pendeteksi sampah dan lain sebagainya.
EKSTRAKURIKULER SKI
SKI (Seksi Kerohanian Islam) merupakan ekstrakurikuler sekaligus wadah untuk mendalami pengetahuan keagamaan Islam dan bertujuan untuk mencetak pelajar muslim yang bertaqwa, berakhlakul karimah serta dapat mengembangkan aktivitas dakwah pada lingkup SMK Pawiyatan Surabaya.
Di dalam ekstrakurikuler SKI terdapat beberapa kegiatan yang biasa dilakukan oleh seluruh anggota SKI seperti samrah, hadrah, tartil tahfidz, nasyid, mtq, kaligrafi, dan lain lain
APEL PEMUDA BERPRESTASI 2023
Artikel terkait. Klik disini
RANCANG BANGUN KURSI RODA ELEKTRIK
eskul robotika smk pawiyatan salah satu karya Alief siswa kelas X RPL ini adalah rancang bangun kursi roda elektrik, kursi roda ini dirancang dengan tenaga penggerak listrik dan dikendalikan oleh joystrik. Kursi roda ini dilengkapi sensor ultrasonik dimana jika didepan ada penghalang maka secara otomatis penggerak roda utama akan terhenti.
Alief menggunakan Mikrokontroler Arduino yang memiliki fungsi untuk mengendalikan dan memproses data dari perangkan input lalu meneruskannya ke alat output. Walau karya Alief masih berupa susunan komponen-komponen, Alief yakin jika kursi elektriknya sudah jadi, Alief bangga sekali karyanya bisa membantu disabilitas .
LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN SISWA (LDKS) OSIS SMK PAWIYATAN SURABAYA TAHUN 2023/2024
Trawas, 22-23 September 2023.
Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) adalah sebuah pelatihan dasar yang menjadi salah satu program kerja Kesiswaan. Biasanya diadakan setelah Reorganisasi Pengurus OSIS beserta anggota yang telah di pilih dan dinyatakan diterima dilantik menjadi bagian organisasi secara penuh. LDKS dapat dikategorikan sebagai bagian dari pelatihan dan pengembangan SDM, yang memiliki tujuan untuk mempersiapkan SDM organisasi yang di sekolah agar memiliki jiwa kepemimpinan dan mampu bekerja secara efektif.
Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) juga merupakan suatu pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan atau skill siswa dalam memimpin. Salah satu tujuan latihan kepemimpinan siswa yaitu untuk membangun karakter pribadi (personality) supaya semakin kuat. Semua pengurus OSIS yang baru harus mengikuti LDKS karena memiliki tujuan yang sesuai dengan visi dan misi organisasi serta mempunyai banyak manfaat.
Pada hari Jum’at tanggal 22 September 2023, bertempat di Royal Caravan Hotel & Outbound Trawas. Acara ini diselenggarakan selama dua hari 1 malam. Dengan bekerja sama dengan Royal Outbound Indonesia. Pembukaan LDKS di pimpin oleh Bapak Kepala Sekolah SMK Pawiyatan Surabaya, Bapak Andi Susanto, SE, MM. dalam sambutanya Melalui pelatihan outbound, diharapkan lahir pribadi-pribadi baru yang penuh motivasi, berani, percaya diri, berpikir kreatif, memiliki rasa kebersamaan, tanggung jawab, kooperatif, rasa saling percaya dan lain-lain
Run Down LDKS. Klik disini
Foto Kegiatan. Klik Disini
Siswa
LOMBA VIDEO PERTOLONGAN PERTAMA
EKSTRAKURIKULER PASKIBRA
Ekskul Paskibra merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang banyak diminati oleh siswa di Indonesia. Melalui kegiatan ini, siswa dapat belajar mengibarkan bendera dengan baik dan benar serta melatih kedisiplinan, kebersamaan, dan kecintaan pada tanah air.
Paskibra merupakan akronim dari Pasukan Pengibar Bendera. Mereka adalah sebuah tim yang dilatih secara ketat agar mampu melaksanakan tugas pengibaran bendera. Bendera disini adalah bendera Merah Putih yang terkenal dengan sebutan Sang Saka Merah Putih.
Ekskul Paskibra adalah kegiatan ekstrakurikuler yang memiliki banyak manfaat bagi siswa. Melalui kegiatan ini, siswa dapat belajar mengibarkan bendera dengan baik dan benar serta melatih kedisiplinan, kebersamaan, dan kecintaan pada tanah air.
Oleh karena itu, kegiatan ekstrakurikuler ini sangat dianjurkan bagi siswa yang ingin mengembangkan diri dalam bidang kepemimpinan, fisik, dan keterampilan sosial.
EKSTRAKURIKULER PALANG MERAH REMAJA (PMR)
Kegiatan Ekstra PMR merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang ada di SMA Negeri 12 Berau. Di mana kegiatan ekstra ini memfokuskan pada materi-materi Kesehatan, Pertolongan Pertama (PP), Penanggulangan Pada Gawat Darurat (PPGD) dan bidang sosial.
Melalui kegiatan PMR ini siswa-siswi yang memiliki hobi, cita-cita menjadi petugas kesehatan dan berminat menjadi relawan, dapat menyalurkan minat-bakat mereka tersebut, karena selain menerima materi, para siswa-siswi juga bisa langsung praktek di sekolah.
Tujuan bagi siswa-siswi yang mengikuti kegiatan ekstra PMR ini meliputi:
1. Penguatan kualitas siswa (anggota PMR) dan pembentukan karakter.
2. Anggota PMR dapat mengenal berbagai macam obat-obatan (yang harus dan tidak harus menggunakan resep dokter) dan peralatan medis lainnya.
3. Anggota PMR mampu memberikan Pertolongan Pertama pada orang lain yang memerlukan Penanganan Medis Dasar (Darurat Medis).
4. Anggota PMR mampu berorganisasi dengan baik.
5. Anggota PMR dapat membantu meringankan tugas Bapak/Ibu Guru, karena penanganan siswa yang sakit di sekolah bisa dilakukan oleh anggota PMR dari siswa sendiri.
6. Anggota PMR dapat meningkatkan Keterampilan dan Kedisiplinan, serta Ketulusan dan Kejujuran melalui kegiatan ekstra PMR ini.
7. Anggota PMR sebagai contoh dalam berperilaku hidup sehat bagi teman sebaya.
8. Anggota PMR dapat memberikan motivasi bagi teman sebaya untuk berperilaku hidup sehat.
9. Anggota PMR sebagai pendidik remaja sebaya.
10. Anggota PMR adalah calon relawan masa depan.