RUANG UKS

RUANG KELAS

RUANG TATA USAHA

RUANG WAKASEK & STAFF

EKSTRAKURIKULER PASKIBRA


Ekskul Paskibra merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang banyak diminati oleh siswa di Indonesia. Melalui kegiatan ini, siswa dapat belajar mengibarkan bendera dengan baik dan benar serta melatih kedisiplinan, kebersamaan, dan kecintaan pada tanah air.

Paskibra merupakan akronim dari Pasukan Pengibar Bendera. Mereka adalah sebuah tim yang dilatih secara ketat agar mampu melaksanakan tugas pengibaran bendera. Bendera disini adalah bendera Merah Putih yang terkenal dengan sebutan Sang Saka Merah Putih.

Ekskul Paskibra adalah kegiatan ekstrakurikuler yang memiliki banyak manfaat bagi siswa. Melalui kegiatan ini, siswa dapat belajar mengibarkan bendera dengan baik dan benar serta melatih kedisiplinan, kebersamaan, dan kecintaan pada tanah air.

Oleh karena itu, kegiatan ekstrakurikuler ini sangat dianjurkan bagi siswa yang ingin mengembangkan diri dalam bidang kepemimpinan, fisik, dan keterampilan sosial.

EKSTRAKURIKULER PALANG MERAH REMAJA (PMR)


Kegiatan Ekstra PMR merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang ada di SMA Negeri 12 Berau. Di mana kegiatan ekstra ini memfokuskan pada materi-materi Kesehatan, Pertolongan Pertama (PP), Penanggulangan Pada Gawat Darurat (PPGD) dan bidang sosial.
Melalui kegiatan PMR ini siswa-siswi yang memiliki hobi, cita-cita menjadi petugas kesehatan dan berminat menjadi relawan, dapat menyalurkan minat-bakat mereka tersebut, karena selain menerima materi, para siswa-siswi juga bisa langsung praktek di sekolah.
Tujuan bagi siswa-siswi yang mengikuti kegiatan ekstra PMR ini meliputi:
1. Penguatan kualitas siswa (anggota PMR) dan pembentukan karakter.
2. Anggota PMR dapat mengenal berbagai macam obat-obatan (yang harus dan tidak harus menggunakan resep dokter) dan peralatan medis lainnya.
3. Anggota PMR mampu memberikan Pertolongan Pertama pada orang lain yang memerlukan Penanganan Medis Dasar (Darurat Medis).
4. Anggota PMR mampu berorganisasi dengan baik.
5. Anggota PMR dapat membantu meringankan tugas Bapak/Ibu Guru, karena penanganan siswa yang sakit di sekolah bisa dilakukan oleh anggota PMR dari siswa sendiri.
6. Anggota PMR dapat meningkatkan Keterampilan dan Kedisiplinan, serta Ketulusan dan Kejujuran melalui kegiatan ekstra PMR ini.
7. Anggota PMR sebagai contoh dalam berperilaku hidup sehat bagi teman sebaya.
8. Anggota PMR dapat memberikan motivasi bagi teman sebaya untuk berperilaku hidup sehat.
9. Anggota PMR sebagai pendidik remaja sebaya.
10. Anggota PMR adalah calon relawan masa depan.

EKSTRAKURIKULER SENI BELA DIRI JU JITSU


Seni Beladiri JU-JITSU salah satu kegiatan ekstrakulikuler di SMK Pawiyatan Surabaya yang di latih oleh Bapak Edi. Mungkin ekstra ini sangat disarankan karena notabennya Siswa SMK Pawiyatan Surabaya adalah mayoritas perempuan, sehingga sebagai bekal untuk pertahanan diri dari suatu tindak yang tidak diinginkan ini sangat penting sekali.
Maksud dan tujuan didirikan Ekstrakulikuler Jujitsu ini tercapainya dalam usaha menggalakan pendidikan olah raga ilmu bela diri Ju-Jitsu dibawah naungan organisasi Institut Ju-Jitsu Indonesia (IJI) dan tujuan dan maksudnya adalah sebagai berikut :
1. Membina kesehatan dan kesejahteraan jasmani antara lain membina dan mempertahankan kebugaran, kekuatan dan kesehatan jasmani, mempertinggi ketangkasan dan ketrampilan serta untuk memperbaiki dan meghindarkan hal-hal buruk secara jasmaniah serta mencegah hal-hal negatif yang sering kali terjadi di indonesia seperti :Perkelahian antar masyarakat , pelajar, mahasiswa , maupun antar kelompok.
• Penggunaan obat – obat terlarang dan minuman keras
• Mencegah terlibatnya dalam organisasi – organisasi yang bertentangan dengan norma – norma agama dan norma – norma hukum.
2. Membina kesehatan mental dan kesejahteraan rohani antara lain membina rasa percaya diri, keuletan, keteguhan dan ketetapan hati dan tak mudah putus asa. Mengembangkan kesadaran diri, keramahan, rasa adil, tanggung jawab dan pri kemanusiaan, memperkuat harga diri serta memberi kepuasaan dan kegembiraan serta membentuk pribadi yang :
• Tanggap : memiliki daya tangkap dan pengertian yang tinggi
• Tanggon : dapat diandalkan,ulet dan tahan uji.
• Tangguh : kuat menghadapi rintangan dalam bentuk lahir dan batinalam
• Trengginas : tangkas dalam bertindak dan berolah pikir.
3. Mendidik dan melatih untuk terus meningkatkan prestasi, menambah pengetahuan dan ketrampilan, dapat menumbuhkembangkan kreativitas, bertanggung jawab dan berusaha mengembangkan kemampuan yang tinggi yang di landasi dengan budi pekerti yang luhur.

EKSTRAKURIKULER WAJIB PRAMUKA


Proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi peserta didik,dilaksanakan melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan di satuan pendidikan, salah satu diantaranya adalah Ekstrakurikuler Wajib Pendidikan Kepramukaan (EWPK). Dalam EWPK tidak wajib berseragam pramuka, karena EWPK bukan menjadi anggota Pramuka. Konteks yang diambil dari Pramuka dalam EWPK yaitu penerapan Metode dan Teknik Kepramukaan yang dapat diterapkan dalam proses belajar sehari-hari.
Ekstrakurikuler Wajib Pendidikan Kepramukaan (EWPK) bertujuan agar peserta didik :
-Kuat karakter spiritual dan sosial,
-Mantap memiliki rasa kebangsaan dan kenegaraan Indonesia,
-Menerapkan 4M (mengurangi, memperbaiki,menggunakan kembali, dan mendaur ulang) pada sampah,
-Menumbuhkan kebiasaan yang baik dan membentuk generasi berkarakter positif.
-Menumbuhkembangkan lingkungan dan budaya belajar yang serasi antara keluarga,sekolah, dan masyarakat.