Surabaya – SMK Pawiyatan Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran inovatif dan bermakna melalui kegiatan Wedding Project Kelas XII. Kegiatan ini dilaksanakan di Lapangan SMK Pawiyatan Surabaya dan melibatkan seluruh siswa kelas XII dalam sebuah proyek kolaboratif lintas mata pelajaran.
Wedding Project merupakan bentuk penerapan pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning/PjBL) yang mengintegrasikan berbagai kompetensi akademik dan keterampilan vokasional. Proyek ini dirancang sebagai simulasi penyelenggaraan acara pernikahan, mulai dari perencanaan konsep hingga pelaksanaan acara, sehingga siswa dapat belajar secara langsung melalui pengalaman nyata.
Kegiatan ini melibatkan kolaborasi beberapa mata pelajaran, yakni Pendidikan Agama Islam, Seni Budaya, Bahasa Jawa, Bahasa Indonesia, Kewirausahaan, serta mata pelajaran Produktif sesuai dengan kompetensi keahlian siswa. Setiap mata pelajaran memiliki peran penting dalam mendukung kesuksesan proyek secara keseluruhan.
Pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, siswa mempelajari sekaligus mempraktikkan tata cara akad nikah sesuai dengan ketentuan syariat Islam, termasuk rukun dan syarat pernikahan. Sementara itu, Bahasa Indonesia berfokus pada penyusunan teks undangan, susunan acara, serta penggunaan bahasa formal dalam kegiatan resmi.
Kontribusi Bahasa Jawa terlihat dalam pengenalan unsur budaya dan adat Jawa yang berkaitan dengan prosesi pernikahan, termasuk penggunaan bahasa dan ungkapan khas dalam acara adat. Adapun mata pelajaran Seni Budaya menekankan aspek estetika, seperti desain dekorasi, tata panggung, serta nuansa visual yang mendukung suasana acara.
Dari sisi kewirausahaan, siswa dilatih untuk memahami peluang usaha di bidang jasa, khususnya wedding organizer, mulai dari perencanaan anggaran, pengemasan layanan, hingga strategi promosi. Selanjutnya, mata pelajaran Produktif berperan dalam penguatan keterampilan teknis sesuai bidang keahlian masing-masing siswa, sehingga proyek ini benar-benar mencerminkan kesiapan kerja lulusan SMK.
Melalui Wedding Project ini, siswa tidak hanya mengasah kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan abad ke-21, seperti kerja sama tim, komunikasi, kreativitas, tanggung jawab, dan pemecahan masalah. Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah pembentukan karakter dan kesiapan siswa menghadapi dunia kerja maupun dunia usaha setelah lulus.
Pihak sekolah berharap kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan sebagai model pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik. Dengan menghadirkan pembelajaran yang kontekstual dan kolaboratif, SMK Pawiyatan Surabaya berkomitmen mencetak lulusan yang kompeten, berkarakter, dan siap bersaing di masa depan.