Surabaya 04 Sept 2026 — Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan bersih dari penyalahgunaan narkotika terus diperkuat oleh SMK Pawiyatan Surabaya. Salah satunya melalui keterlibatan siswa dalam program Remaja Teman Sebaya (RTS) yang digaungkan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai bagian dari penguatan ketahanan remaja terhadap penyalahgunaan narkoba.
Dalam program tersebut, SMK Pawiyatan Surabaya menjadi salah satu sekolah yang menerapkan program RTS di Kota Surabaya. Program ini menempatkan remaja sebagai bagian penting dalam membangun kesadaran di lingkungan sekolah. Melalui pendekatan teman sebaya, siswa diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu menjadi penggerak dan penyampai pesan positif kepada teman-temannya.
Keterlibatan SMK Pawiyatan juga sejalan dengan agenda BNN Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat ketahanan diri remaja untuk mengenali dan menolak penyalahgunaan narkotika, termasuk penyalahgunaan narkotika melalui rokok elektronik atau vape. Dalam surat resminya, BNN Provinsi Jawa Timur mengangkat tema “Jangan Tertipu Asapnya, Pahami Bahayanya, Berani Tolak Penyalahgunaan Narkotika.”
Dua Siswa Dipercaya Menjadi Duta Sekolah
Sebagai bentuk nyata keterlibatan siswa, SMK Pawiyatan Surabaya menunjuk dua siswa untuk menjadi duta sekolah dalam menyampaikan pesan pencegahan kepada generasi muda.
Keduanya adalah Jonathan Raditya Alviano Pawani, siswa kelas XII DKV 1, yang dipercaya menjadi duta sekolah untuk sosialisasi bahaya narkoba, serta Annurruhullah Ramadhan, siswa kelas XII DKV 2, yang dipercaya menjadi duta sekolah untuk sosialisasi bahaya vape.
Penunjukan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk menumbuhkan keberanian dan kepedulian siswa dalam menyampaikan edukasi kepada lingkungan sebayanya. Pesan pencegahan akan lebih mudah diterima ketika disampaikan oleh sesama remaja dengan bahasa dan pendekatan yang dekat dengan kehidupan mereka.

Foto : Annurruhullah Ramadhan Dan Jonathan Raditya Alviano Pawani
Jonathan: Remaja Bersinar, Remaja Bersih Narkoba
Dalam kegiatan sosialisasi program RTS yang dilaksanakan di aula SMK Pawiyatan Surabaya pada Jumat, 4 September 2026, Jonathan Raditya Alviano Pawani turut menyampaikan materi bertajuk “Remaja Bersinar — Bersih Narkoba.”
Materi tersebut mengangkat pentingnya membangun kesadaran sejak usia remaja. Jonathan menjelaskan bahwa remaja merupakan generasi penerus bangsa yang rentan terhadap pengaruh lingkungan. Karena itu, pemahaman mengenai bahaya narkoba menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan remaja untuk mengenali, menghindari, dan menolak penyalahgunaan narkotika.
Dalam pemaparannya, Jonathan juga mengajak teman-temannya memahami konsekuensi penyalahgunaan narkoba. Materi yang disampaikan mencakup dasar hukum narkotika di Indonesia, jenis dan golongan narkotika, dampak terhadap kesehatan fisik dan psikologis, serta berbagai dampak sosial yang dapat ditimbulkan. Penyalahgunaan narkoba tidak hanya berisiko terhadap kesehatan, tetapi juga dapat berdampak pada pendidikan, pekerjaan, hubungan keluarga, kehidupan sosial, dan masa depan remaja.
Jonathan juga menekankan pentingnya edukasi, dukungan keluarga, dan memilih lingkungan pergaulan yang positif sebagai bagian dari upaya pencegahan. Materi BNN yang disampaikannya menempatkan pengetahuan dan kesadaran sebagai bekal agar remaja mampu mengenali bahaya narkoba dan menghindarinya.
Pesan yang dibawa Jonathan sederhana namun kuat: jangan sampai narkoba menentukan masa depan generasi muda. Remaja harus berani mengambil keputusan yang sehat, menjaga pergaulan, dan memiliki keberanian untuk mengatakan tidak terhadap penyalahgunaan narkoba.

Membangun Budaya Saling Mengingatkan
Program Remaja Teman Sebaya tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi. Lebih jauh, program ini diharapkan mampu membangun budaya saling mengingatkan di antara siswa.
Masa remaja merupakan periode penting dalam pembentukan karakter, pengambilan keputusan, dan pencarian jati diri. Pada fase tersebut, pengaruh lingkungan dan teman sebaya memiliki peran yang cukup besar. Oleh sebab itu, membangun lingkungan pertemanan yang positif menjadi salah satu bagian penting dalam mencegah siswa terjerumus pada perilaku yang berisiko.
Melalui RTS, siswa didorong untuk menjadi teman yang peduli, teman yang mengingatkan, dan teman yang berani mengatakan tidak terhadap narkoba maupun penyalahgunaan vape.
Kehadiran Jonathan dan Annurruhullah sebagai duta sekolah menjadi representasi semangat tersebut. Mereka tidak hanya membawa nama sekolah dalam kegiatan yang berkaitan dengan BNN, tetapi juga diharapkan mampu meneruskan pesan edukasi kepada warga SMK Pawiyatan Surabaya.

Bersama Mewujudkan Generasi Bersih Narkoba
SMK Pawiyatan Surabaya memandang pencegahan penyalahgunaan narkoba sebagai bagian dari pendidikan karakter. Sekolah tidak hanya bertugas memberikan pengetahuan akademik dan keterampilan kejuruan, tetapi juga membekali siswa dengan kemampuan mengambil keputusan yang bertanggung jawab serta menjaga diri dan lingkungannya.
Keterlibatan dalam program Remaja Teman Sebaya menjadi salah satu bentuk komitmen tersebut. Dengan dukungan sekolah, keluarga, BNN, dan seluruh warga sekolah, diharapkan tumbuh generasi muda yang memiliki pengetahuan, keberanian, dan keteguhan untuk menolak penyalahgunaan narkoba.
Remaja bersinar bukan sekadar slogan. Ia adalah semangat untuk menjaga masa depan, membangun pergaulan yang sehat, dan bersama-sama menciptakan sekolah yang bersih dari narkoba. ~AA