SURABAYA 24 Agustus 2026 – Mengawali pekan dengan penuh keberkahan, SMK Pawiyatan Surabaya sukses menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H pada Senin pagi (24/8/2026). Bertempat di Masjid Ulul Albab Simomulyo, Kecamatan Sukomanunggal, Kota Surabaya, acara keagamaan ini berlangsung khidmat dari pukul 07.00 hingga 10.15 WIB.
Tahun ini, peringatan Maulid Nabi mengusung tema “Pemuda Cinta Nabi, Rasulullah Sebagai Inspirasi”. Tema ini dinilai sangat relevan untuk membangkitkan kecintaan generasi muda terhadap sosok utusan Allah, sekaligus meneladani akhlaknya di tengah arus modernisasi.
Acara dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang menyejukkan hati. Mengawali kegiatan, Bapak Andi Susanto, S.E, M.M, Kepala SMK Pawiyatan Surabaya dalam sambutannya memberikan pesan mendalam kepada seluruh peserta didik. Beliau menekankan agar seluruh siswa senantiasa meneladani Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari. Upaya memperbaiki akhlak dan karakter harus selalu menjadi prioritas di samping mengejar prestasi akademik.
Memasuki puncak acara, Ustadz Chusni Amaludin, S.HI., M.Pd.I., CDAI., hadir memberikan tausiyah yang mengupas tuntas tema kegiatan. Beliau mengingatkan bahwa momentum peringatan Maulid Nabi adalah waktu yang tepat untuk merefleksikan diri, serta memastikan kembali bahwa panduan utama dalam menjalani hidup adalah suri tauladan Rasulullah SAW.
Dalam pesannya yang ditujukan khusus bagi para pelajar, Ustadz Chusni mengibaratkan ilmu sebagai cahaya.
“Sebagai siswa yang sedang menuntut ilmu, sadarilah bahwa ilmu itu bagaikan cahaya. Dalam upaya memperbaiki akhlak dan mendapatkan ilmu yang berkah, salah satu kuncinya adalah memiliki sifat tawadhu (rendah hati) serta selalu memuliakan orang tua dan guru,” papar Ustadz Chusni.
Lebih lanjut, beliau juga menyoroti tantangan kehidupan di zaman modern yang serba canggih. Generasi muda saat ini dinilai sulit lepas dari gawai (gadget). Beliau mengingatkan agar siswa berhati-hati dan menjauhi maksiat, karena sebuah gawai bisa dengan mudah menjadi sumber keburukan jika disalahgunakan. Namun sebaliknya, apabila dimanfaatkan dengan bijak, gawai tersebut dapat menjadi sarana yang sangat luar biasa untuk belajar dan menggali ilmu pengetahuan.
Acara peringatan Maulid Nabi ini ditutup dengan doa bersama. Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa SMK Pawiyatan Surabaya tidak hanya tumbuh menjadi generasi yang cakap teknologi, tetapi juga menjadi pemuda-pemudi yang berakhlak mulia, senantiasa menjadikan Rasulullah SAW sebagai inspirasi dalam setiap langkah kehidupan.~AA