Coin Acceptor

Kembali dari kegiataan ekstra kurikuler Robotik SMK Pawiyatan menciptakan sebuah karya yang bermanfaaat. Bermula dari ide berjualan minuman, bagaimana berjualan minuman secara mandiri (tanpa ada operator semacam ATM Anjungan Tunai mandiri pada Bank).

RHAMA DAMARWIJAYA kelas X RPL  berbekal 1 unit arduino, 1 unit coin acceptor dan 1 unit pompa galon bekas.

Coin Acceptor type TW-131, Arduino Mega 2560 dan 1 unit pompa galon

Rhama sejak awal masuk di SMK Pawiyatan memilih program keahlian Rekayasa Perangkat Lunak. Rhama tertarik dibidang koding. Dan kebetulan di SMK Pawiyatan ada ektrakurikuler Robotika yang dibimbing oleh Bapak Ahmad Arifin,S.Kom. Hobby Rhama yang suka otak atik elektronik mendapat tempat yang pas, terbukti beberapa karya Rhama menjadi koleksi di lemari RPL.

“Rhama memang anak yang berbakat dan tidak mudah patah semangat, jika mendapatkan suatu masalah dalam project-projectnya dia selalu jeli dan melacak satu persatu dengan sistematis dan sabar.. baik melacak error dari hardwarenya maupun dari sofftware (aplikasi) nya”, begitu keterangan Pak Arifin yang membimbing Rhama.

“Tunggu karya-karya hebat dari eskul Robotika lainnya”, tambah Pak Arifin sambil tersenyum optimis.

“Memang sangat relate bagi anak-anak RPL jika mempunyai kemampuan mengontrol hardware dengan aplikasi. Ini sangat bermanfaat bagi masa depan siswa RPL. Melihat kebutuhan industri yang ke depan mengarah ke robotik didukung oleh semakin canggihnya teknologi. Kami mengajukan ke sekolah agar RPL mempunyai peralatan robotik untuk industri.. PLC (Programmable Logic Control)”, ujar Pak Arifin panjang lebar.

Selain pembimbing ekstra kurikuler Robotika SMK Pawiyatan. Pria asal Bojonegoro ini juga menjabat sebagai K3 (Ketua Kompetensi Keahlian) RPL SMK Pawiyatan Surabaya.

Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) merupakan Kompetensi Keahlian dibawah Program Keahlian Teknik Komputer dan Informatika pada bidang keahlian Teknologi Informasi dan Komunikasi  di Sekolah Menegah Kejuruan.