LDKS OSIS SMK Pawiyatan Surabaya: Membentuk Karakter Pemimpin Muda yang Kritis, Kompak, dan Bertanggung Jawab

Pasuruan, 7 September 2026 — Sebanyak 82 siswa SMK Pawiyatan Surabaya mengikuti kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) OSIS yang digelar di TSOT Camp, Jl. Kaliandra, Dusun Gamoh, Desa Dayurejo, Prigen, Pasuruan, Senin (7/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 7–8 September 2026, ini diselenggarakan dengan menggandeng TSOT Outbound sebagai event organizer. Para peserta terdiri atas 66 siswa putri dan 16 siswa putra, yang mengikuti rangkaian kegiatan kepemimpinan dengan memadukan pembekalan materi, diskusi, serta aktivitas outbound di alam terbuka.

Dibuka Waka Kesiswaan

Rangkaian LDKS secara resmi dibuka oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Pawiyatan Surabaya, Bapak Lantip Rahmadi, M.M.

Dalam sambutannya, Lantip Rahmadi menekankan bahwa LDKS bukan sekadar kegiatan untuk memberikan pemahaman mengenai organisasi OSIS. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana pembentukan karakter siswa agar memiliki bekal yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia menyampaikan bahwa melalui LDKS, siswa diharapkan mampu berpikir kritis, bekerja dalam tim, memiliki komitmen, serta bertanggung jawab terhadap tugas dan amanah yang diberikan.

Pesan tersebut menjadi landasan penting bagi peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Seorang pemimpin, menurut semangat yang dibangun dalam kegiatan ini, bukan hanya dituntut mampu memberikan arahan kepada orang lain, tetapi juga harus mampu mengambil keputusan secara bijak, menghargai anggota tim, memegang komitmen, dan bertanggung jawab atas setiap keputusan yang diambil.

Tantangan Outbound, Belajar dari Pengalaman

Usai pembukaan dan kontrak belajar, peserta mengikuti diskusi kelompok sebelum memasuki kegiatan yang lebih menantang. Aktivitas Flying Fox menjadi salah satu pengalaman yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk melatih keberanian dan kepercayaan diri.

Kegiatan kemudian berlanjut dengan Outbound Rally. Dalam aktivitas ini, kekompakan dan komunikasi antarpeserta menjadi bagian penting untuk menyelesaikan tantangan.

Di sinilah nilai kepemimpinan tidak hanya dibicarakan, tetapi dipraktikkan secara langsung. Peserta belajar bahwa sebuah tim dapat bekerja secara optimal ketika setiap anggotanya mampu berkomunikasi, saling mendukung, menjalankan peran, dan bertanggung jawab terhadap tujuan bersama.

Dari Keorganisasian hingga Manajemen Diri

Selain aktivitas luar ruang, peserta juga mendapatkan pembekalan melalui materi Keorganisasian dan Administrasi. Materi tersebut memberikan dasar pemahaman mengenai bagaimana sebuah organisasi dapat dikelola dengan baik dan tertib.

Saat berita ini disusun, peserta tengah mengikuti materi “Manajemen Diri”. Materi ini menjadi bagian penting dalam rangkaian LDKS karena kepemimpinan pada dasarnya diawali dari kemampuan seseorang dalam mengelola dirinya sendiri.

Peserta diajak memahami pentingnya kedisiplinan, pengelolaan waktu, menentukan prioritas, membangun komitmen, serta bertanggung jawab terhadap tugas yang telah diberikan.

Pembelajaran tersebut menjadi semakin relevan setelah peserta sebelumnya mengikuti berbagai aktivitas kelompok. Pengalaman di lapangan memberikan gambaran nyata bahwa keberhasilan sebuah kegiatan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kemampuan setiap anggota untuk mengendalikan diri, menjalankan peran, dan bekerja bersama.

Menyiapkan Kader OSIS yang Berkarakter

LDKS OSIS SMK Pawiyatan Surabaya diharapkan menjadi momentum bagi para peserta untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri, kritis, disiplin, mampu bekerja sama, berkomitmen, dan bertanggung jawab.

Dengan mengambil lokasi di kawasan alam terbuka Prigen, kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari pembelajaran di ruang kelas. Setiap tantangan menjadi media untuk belajar, setiap kerja sama menjadi latihan kepemimpinan, dan setiap tugas menjadi kesempatan untuk membangun rasa tanggung jawab.

Rangkaian LDKS hari pertama masih akan berlanjut hingga malam. Peserta dijadwalkan mengikuti Malam Inagurasi, yang diharapkan menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan dan membangun kekompakan antarpeserta.

Dari TSOT Camp, Prigen — LDKS OSIS SMK Pawiyatan Surabaya bukan sekadar latihan menjadi pengurus organisasi. Ini adalah proses menempa karakter: belajar berpikir kritis, belajar bekerja sebagai tim, memegang komitmen, dan berani bertanggung jawab. ~AA

SMK Pawiyatan Surabaya Peringati Maulid Nabi 1448 H: Jadikan Rasulullah Sebagai Inspirasi Pemuda di Era Digital

SURABAYA 24 Agustus 2026 – Mengawali pekan dengan penuh keberkahan, SMK Pawiyatan Surabaya sukses menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H pada Senin pagi (24/8/2026). Bertempat di Masjid Ulul Albab Simomulyo, Kecamatan Sukomanunggal, Kota Surabaya, acara keagamaan ini berlangsung khidmat dari pukul 07.00 hingga 10.15 WIB.

Tahun ini, peringatan Maulid Nabi mengusung tema “Pemuda Cinta Nabi, Rasulullah Sebagai Inspirasi”. Tema ini dinilai sangat relevan untuk membangkitkan kecintaan generasi muda terhadap sosok utusan Allah, sekaligus meneladani akhlaknya di tengah arus modernisasi.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang menyejukkan hati. Mengawali kegiatan, Bapak Andi Susanto, S.E, M.M, Kepala SMK Pawiyatan Surabaya dalam sambutannya memberikan pesan mendalam kepada seluruh peserta didik. Beliau menekankan agar seluruh siswa senantiasa meneladani Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari. Upaya memperbaiki akhlak dan karakter harus selalu menjadi prioritas di samping mengejar prestasi akademik.

Memasuki puncak acara, Ustadz Chusni Amaludin, S.HI., M.Pd.I., CDAI., hadir memberikan tausiyah yang mengupas tuntas tema kegiatan. Beliau mengingatkan bahwa momentum peringatan Maulid Nabi adalah waktu yang tepat untuk merefleksikan diri, serta memastikan kembali bahwa panduan utama dalam menjalani hidup adalah suri tauladan Rasulullah SAW.

Dalam pesannya yang ditujukan khusus bagi para pelajar, Ustadz Chusni mengibaratkan ilmu sebagai cahaya.

“Sebagai siswa yang sedang menuntut ilmu, sadarilah bahwa ilmu itu bagaikan cahaya. Dalam upaya memperbaiki akhlak dan mendapatkan ilmu yang berkah, salah satu kuncinya adalah memiliki sifat tawadhu (rendah hati) serta selalu memuliakan orang tua dan guru,” papar Ustadz Chusni.

Lebih lanjut, beliau juga menyoroti tantangan kehidupan di zaman modern yang serba canggih. Generasi muda saat ini dinilai sulit lepas dari gawai (gadget). Beliau mengingatkan agar siswa berhati-hati dan menjauhi maksiat, karena sebuah gawai bisa dengan mudah menjadi sumber keburukan jika disalahgunakan. Namun sebaliknya, apabila dimanfaatkan dengan bijak, gawai tersebut dapat menjadi sarana yang sangat luar biasa untuk belajar dan menggali ilmu pengetahuan.

Acara peringatan Maulid Nabi ini ditutup dengan doa bersama. Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa SMK Pawiyatan Surabaya tidak hanya tumbuh menjadi generasi yang cakap teknologi, tetapi juga menjadi pemuda-pemudi yang berakhlak mulia, senantiasa menjadikan Rasulullah SAW sebagai inspirasi dalam setiap langkah kehidupan.~AA

Khidmatnya Peringatan HUT RI ke-81 di Yayasan Perguruan Pawiyatan: Ketua Yayasan Tekankan Pentingnya Sosok Pendidik Teladan

SURABAYA 17 Agustus 2026 – Semangat kemerdekaan mewarnai segenap keluarga besar Yayasan Perguruan Pawiyatan pada Senin (17/8/2026) pagi. Tepat pukul 07.00 WIB, seluruh jajaran siswa, jajaran dewan guru, beserta staf karyawan dari SMP Pawiyatan Surabaya dan SMK Pawiyatan Surabaya bersatu padu melaksanakan upacara pengibaran bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81.

Berlangsung khidmat di lapangan sekolah, upacara gabungan dua instansi pendidikan di bawah naungan Yayasan Perguruan Pawiyatan ini dipimpin langsung oleh Bapak Drs. Joko Sudariswanto selaku Ketua Yayasan yang bertindak sebagai Pembina Upacara.

Dalam amanatnya, Bapak Drs. Joko Sudariswanto menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi perjuangan di masa kini, yakni tentang bagaimana cara terbaik untuk mengisi kemerdekaan. Secara khusus, beliau menyoroti peran krusial para guru dan mengajak seluruh tenaga pendidik untuk terus bertransformasi menjadi sosok “Pendidik Teladan”.

Menurut pemaparan beliau, seorang pendidik sejati memegang peranan vital sebagai agen peradaban yang bertugas membentuk karakter generasi penerus bangsa. Untuk itu, terdapat empat karakteristik utama yang harus tertanam dalam diri seorang guru teladan:

  • Integritas Tinggi: Menjaga keselarasan dan konsistensi yang teguh antara ucapan dengan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari.

  • Empati dan Sabar: Memiliki kesediaan dan kelembutan hati untuk mendengarkan murid serta membimbing mereka dengan penuh kasih sayang.

  • Disiplin Diri: Menjadi figur percontohan yang nyata dalam hal ketepatan waktu dan pemenuhan tanggung jawab.

  • Sumber Inspirasi: Mampu menjadi pelita yang senantiasa menyalakan semangat belajar dan menumbuhkan motivasi di dalam diri peserta didik.

Lebih lanjut, Bapak Joko mengingatkan kembali marwah seorang guru sebagai figur yang senantiasa digugu dan ditiru (dipercaya dan dicontoh tindak-tanduknya). Beliau menggaungkan kembali filosofi luhur Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara, yakni prinsip Ing Ngarsa Sung Tuladha—yang berarti seorang pemimpin atau pendidik harus mampu berada di depan untuk memberikan teladan.

Beliau menekankan bahwa mendidik yang paling berdampak adalah melalui tindakan nyata, bukan sekadar untaian ucapan semata.

Peringatan HUT ke-81 RI pagi ini diharapkan tidak sekadar menjadi rutinitas seremonial tahunan, melainkan menjadi momentum refleksi bersama. Melalui semangat kemerdekaan ini, seluruh keluarga besar SMP dan SMK Pawiyatan Surabaya terus berkomitmen untuk memberikan dedikasi terbaik demi mencetak generasi muda Indonesia yang tangguh, cerdas, dan berkarakter mulia.~AA

Semarak Kebersamaan, Guru dan Karyawan SMK Pawiyatan Surabaya Sukses Gelar “Trip to Dieng”

SURABAYA 2 Agustus 2026  Dalam rangka menyegarkan kembali semangat kerja sekaligus mempererat tali silaturahmi, segenap guru dan karyawan SMK Pawiyatan Surabaya sukses menggelar kegiatan wisata bersama bertajuk “Trip to Dieng”. Kegiatan ini berlangsung lancar selama tiga hari, terhitung sejak Jumat, 31 Juli hingga Minggu, 2 Agustus 2026.

Demi menjamin kenyamanan dan kelancaran selama perjalanan, panitia penyelenggara bekerja sama dengan agen travel “Dunia Wisata” asal Sidoarjo. Sebanyak dua armada bus dikerahkan untuk membawa seluruh rombongan melintasi perjalanan lintas provinsi dengan aman.

Merujuk pada jadwal rinci agenda hari pertama (31/7) dimulai dengan berkumpulnya seluruh peserta di meeting point pada pukul 19.00 WIB. Tepat pukul 19.30 WIB, rombongan secara resmi diberangkatkan menuju Jawa Tengah.

Keesokan harinya (1/8), peserta tiba di tempat transit wisata pada pukul 03.00 dini hari. Mengingat medan menuju puncak, perjalanan dilanjutkan menuju Dataran Tinggi Dieng menggunakan armada shuttle. Setelah menunaikan ibadah Sholat Subuh di Desa Stieng, lelahnya perjalanan malam langsung terbayar lunas dengan suguhan pemandangan matahari terbit (sunrise) yang menawan dari Gardu Pandang Stieng pada pukul 05.00.

Seusai menikmati sunrise dan menyantap sarapan pagi, rombongan diajak menjelajahi pesona sejarah dan keajaiban alam khas Dieng. Ekspedisi dilanjutkan secara maraton mengunjungi Kompleks Candi Arjuna, fenomena vulkanik Kawah Sikidang, panorama alam Batu Ratapan Angin, dan ditutup dengan sesi edukatif di Dieng Plateau Theater.

Pada pukul 13.30, seluruh rombongan telah kembali ke tempat transit untuk membersihkan diri. Namun, perjalanan belum berakhir. Pukul 14.30, bus kembali melaju menuju Kota Yogyakarta. Di kota pelajar ini, rombongan disuguhi santap malam lezat di rumah makan Gule Kepala Ikan Sangaji, sebelum akhirnya dilepas untuk menikmati suasana malam dan mengeksplorasi kawasan ikonik Jalan Malioboro.

TripToDieng

Puas berwisata dan berbelanja, rombongan akhirnya bertolak kembali menuju Surabaya pada pukul 22.00 malam. Rombongan guru dan karyawan dijadwalkan tiba kembali di Surabaya pada Minggu (2/8) pukul 03.00 dini hari.

Perjalanan singkat namun sarat makna ini diharapkan dapat menjadi momen refreshing yang berkualitas, sehingga seluruh guru dan karyawan SMK Pawiyatan Surabaya dapat kembali ke sekolah dengan membawa energi baru dan motivasi yang lebih tinggi dalam mendidik para siswa.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh warga sekolah dapat memulai kembali aktivitas pembelajaran dengan semangat baru, hati yang ceria, serta hubungan yang semakin erat.

 

 

 

Sosialisasi Wali Murid Kelas X: Bersinergi Mewujudkan Generasi Berkarakter dan Berprestasi

SURABAYA, 24 Juli 2026 – Menyambut tahun ajaran baru 2026/2027, SMK Pawiyatan Surabaya mengadakan kegiatan sosialisasi program kerja dan kegiatan sekolah bagi seluruh orang tua dan wali murid kelas X pada Jumat (24/07/2026). Menariknya, kegiatan ini dilangsungkan secara komprehensif di dalam ruang kelas masing-masing dan dipandu secara langsung oleh para wali kelas. Pendekatan ini sengaja dirancang untuk membangun kedekatan serta komunikasi yang lebih erat antara pihak keluarga dengan wali kelas yang akan mendampingi siswa selama masa pembelajaran.

Kepala SMK Pawiyatan Surabaya, Andi Susanto, S.E., M.M., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas kepercayaan para orang tua yang telah memilih SMK Pawiyatan sebagai tempat menempa ilmu bagi putra-putrinya. Beliau menegaskan bahwa komitmen utama sekolah tidak hanya terpaku pada pencapaian akademik semata, melainkan memprioritaskan pendidikan karakter.

“Kami sangat mengharapkan kerja sama dari Bapak dan Ibu sekalian. Peran orang tua sangat penting dalam memperhatikan lingkungan pergaulan anak sepulang sekolah, serta turut memantau penggunaan gadget. Dari layar gadget inilah, berbagai pengaruh negatif rentan masuk dan memengaruhi anak-anak kita,” pesannya di hadapan para wali murid.

Sebagai wujud antisipasi terhadap dampak negatif gawai, pihak sekolah juga telah merancang program bimbingan serta pengawasan konten digital, termasuk pelaksanaan razia berkala demi memastikan lingkungan belajar tetap kondusif, aman, dan berkarakter.

Dukungan Finansial dan Fasilitas Premium

Untuk memastikan siswa dapat belajar dengan tenang, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Deni Oktaviano, S.E., M.M., memaparkan berbagai upaya sekolah dalam memfasilitasi beasiswa pendidikan dari pemerintah. Beliau menjelaskan bahwa siswa yang memenuhi syarat berkesempatan mendapatkan Beasiswa Pemuda Tangguh dari Pemkot Surabaya senilai Rp 350.000 per bulan yang disalurkan setiap triwulan, maupun pengajuan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Bantuan ini secara khusus ditujukan untuk memenuhi keperluan pendidikan siswa selama di SMK Pawiyatan.

Dari segi kenyamanan belajar, Waka Sarana Prasarana, Asmuni, S.Pd., menyampaikan pembaruan fasilitas sekolah yang signifikan. Saat ini, seluruh ruang kelas telah dilengkapi dengan pendingin ruangan (AC) dan LCD Projector. Pihak sekolah juga memfasilitasi ketersediaan air minum bermerek secara gratis, sehingga para siswa cukup membawa tumbler dari rumah dan dapat mengisinya secara cuma-cuma. Untuk menunjang kompetensi keahlian, sekolah turut menyediakan fasilitas ruang praktikum yang sangat memadai, termasuk laboratorium komputer yang dirancang khusus untuk memenuhi standar industri bagi para siswa, khususnya di jurusan RPL.

Program Kurikulum Terarah dan Kewajiban Ekstrakurikuler

Dalam bidang akademik, Dedy Rahardian, M.Pd., selaku Waka Kurikulum, membawa kabar baik bahwa siswa tidak perlu membebani diri dengan pembelian buku paket, karena seluruh buku dapat dipinjam secara gratis melalui perpustakaan sekolah. Siswa hanya perlu menyelesaikan administrasi Lembar Kerja Siswa (LKS) yang dikelola dengan biaya yang sangat terjangkau. Untuk menunjang wawasan praktikal, agenda seperti Kunjungan Industri maupun Study Lapangan juga telah diprogramkan. Seluruh rincian biaya tambahan untuk kegiatan outing class tersebut akan selalu dikomunikasikan secara transparan kepada wali murid sebelum kegiatan dilaksanakan.

Di samping kegiatan akademik, pengembangan soft skill siswa turut menjadi fokus utama. Waka Kesiswaan, Lantip Rahmadi, M.M., menegaskan bahwa setiap siswa wajib memilih dan mengikuti minimal satu kegiatan ekstrakurikuler. SMK Pawiyatan telah menyediakan beragam pilihan ekstrakurikuler menarik yang bisa disesuaikan dengan minat bakat anak, mulai dari basket, broadcast, robotik, desain tari, hingga kepramukaan.

Hadir pula Syahdan, M.M., selaku Komite Sekolah yang kembali mengukuhkan komitmen komite sebagai representasi dan penyambung lidah para wali murid dalam mengawal kualitas pendidikan di SMK Pawiyatan.

Di akhir pertemuan, Andi Susanto menegaskan kembali bahwa segala bentuk penyediaan fasilitas premium, penegakan tata tertib, hingga pendampingan dari tim guru didedikasikan sepenuhnya demi satu tujuan: memastikan siswa merasa nyaman, aman, dan terbimbing selama proses belajar mengajar demi mewujudkan cita-cita masa depan mereka.~AA

 

Save the Children Indonesia dan SMK Pawiyatan Surabaya Gelar Survei Awal Program Skills to Succeed


Surabaya, 21 Juli 2026 – SMK Pawiyatan Surabaya bekerja sama dengan Save the Children Indonesia melaksanakan kegiatan Survei Awal Program Skills to Succeed sebagai langkah awal pelaksanaan program pendampingan bagi peserta didik. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (21/07/2026) dan difasilitasi oleh tim Bimbingan dan Konseling (BK) SMK Pawiyatan Surabaya.

Program Skills to Succeed merupakan program pengembangan kapasitas yang bertujuan membantu siswa SMK dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja melalui penguatan berbagai kompetensi penting abad ke-21. Materi yang akan diberikan dalam program ini meliputi kesiapan kerja (work readiness), green skills, kewirausahaan, serta keterampilan digital yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri saat ini.

Survei awal yang dilaksanakan bertujuan untuk memetakan kondisi dan kebutuhan peserta didik sebelum mengikuti rangkaian kegiatan program. Hasil survei ini nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan strategi pendampingan dan pengembangan materi yang sesuai dengan kebutuhan siswa.

Dalam pelaksanaannya, para siswa mengikuti kegiatan dengan antusias. Mereka mendapatkan penjelasan mengenai tujuan program serta pentingnya mempersiapkan diri sejak dini untuk menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berkembang. Melalui program ini, siswa diharapkan mampu mengenali potensi diri, merencanakan karier, serta mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan di masa depan.

Wakil dari tim BK SMK Pawiyatan Surabaya menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Save the Children Indonesia merupakan kesempatan yang sangat baik bagi siswa untuk memperoleh wawasan dan pengalaman yang dapat mendukung kesiapan mereka setelah lulus sekolah.

“Program ini tidak hanya membekali siswa dengan keterampilan teknis, tetapi juga keterampilan hidup dan kesiapan kerja yang sangat dibutuhkan di era digital saat ini. Kami berharap siswa dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,” ungkap tim BK.

Melalui kerja sama ini, SMK Pawiyatan Surabaya terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan berbagai program yang mendukung pengembangan kompetensi peserta didik agar menjadi lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di dunia kerja maupun dunia usaha.