Pesta Demokrasi SMK Pawiyatan Surabaya: Shella dan Ikhsan Resmi Terpilih Sebagai Ketua dan Wakil Ketua OSIS 2026/2027

SURABAYA, 8 Oktober 2026 – SMK Pawiyatan Surabaya sukses menggelar pesta demokrasi melalui Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) periode 2026/2027 pada Kamis (8/10). Bertempat di lapangan sekolah, pasangan kandidat nomor urut 1, Shella dan Ikhsan, berhasil meraih suara mayoritas dan resmi menduduki kursi kepemimpinan OSIS untuk satu tahun ke depan.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata penerapan nilai-nilai demokrasi dan tanggung jawab sosial di lingkungan pendidikan. Pemungutan suara melibatkan partisipasi aktif dari seluruh elemen warga sekolah, meliputi Kepala Sekolah, jajaran staf, dewan guru, karyawan, hingga seluruh siswa.
Sebelum puncak hari pemilihan, ketiga pasangan calon (paslon) telah melaksanakan serangkaian kegiatan kampanye dengan menyambangi kelas-kelas untuk menyosialisasikan visi dan misi mereka. Tepat sebelum proses pencoblosan dimulai, masing-masing paslon kembali diberikan kesempatan untuk memaparkan program kerja unggulan mereka dengan penuh semangat dan kepercayaan diri di hadapan seluruh pemilih.
Suasana pemilihan berlangsung dengan tertib, jujur, dan transparan. Pada pemilihan tahun ini, terdapat tiga pasangan kandidat yang maju memperebutkan posisi Ketua dan Wakil Ketua OSIS:
  • Paslon 1: Shella & Ikhsan
  • Paslon 2: Syesya & Gabriella
  • Paslon 3: Zahnas & Aisyah
Setelah proses pemungutan dan penghitungan suara selesai dilakukan, panitia mengumumkan hasil akhir rekapitulasi suara secara terbuka. Berikut adalah rincian hasil pemungutan suara Pemilihan OSIS SMK Pawiyatan Surabaya 2026/2027:
Keterangan Nama Kandidat / Status Perolehan Suara
Paslon 1 Shella & Ikhsan 384 Suara
Paslon 2 Syesya & Gabriella 89 Suara
Paslon 3 Zahnas & Aisyah 134 Suara
Suara Tidak Sah – 69 Suara
Total Suara Masuk 676 Suara
Berdasarkan hasil perolehan tersebut, pasangan Shella dan Ikhsan ditetapkan sebagai pemenang mutlak. Segenap keluarga besar SMK Pawiyatan Surabaya mengucapkan selamat atas terpilihnya Ketua dan Wakil Ketua OSIS yang baru. Keduanya diharapkan mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, membawa inovasi positif bagi kemajuan sekolah, serta menjadi teladan yang menginspirasi bagi seluruh siswa SMK Pawiyatan Surabaya. ~AA

SMK Pawiyatan Surabaya Jalani Visitasi Perpanjangan Izin Operasional oleh Tim Pengawas Sekolah

SURABAYA, 05 Oktober 2026 – Pada hari Senin, 5 Oktober 2026, SMK Pawiyatan Surabaya menyelenggarakan kegiatan visitasi dalam rangka perpanjangan izin operasional sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang pertemuan SMK Pawiyatan Surabaya dan dimulai sejak pukul 08.00 WIB.

Visitasi ini bertujuan untuk melakukan verifikasi, validasi, serta peninjauan langsung terhadap kesiapan administrasi, sarana prasarana, dan kelayakan operasional satuan pendidikan. Dari tiga pengawas yang dijadwalkan hadir, dua pengawas sekolah berkesempatan hadir dan melaksanakan proses evaluasi secara komprehensif, yaitu:

  1. Dra. Anastasia Moertodjo, MT

  2. Dra. Elok Wiwin Herowati Masudah, M.Pd.

Pelaksanaan visitasi perpanjangan izin operasional ini disambut dengan penuh kesiapan dan antusiasme oleh jajaran pimpinan dan segenap pengelola sekolah. Turut hadir memberikan dukungan penuh dalam rangkaian kegiatan tersebut, di antaranya Kepala SMK Pawiyatan Surabaya, Andi Susanto, S.E., M.M., serta Ketua Komite Sekolah, Drs. Syahdan S, S.T., M.M.

Sebagai wujud komitmen terhadap keterbukaan dan kelengkapan dokumen kelembagaan, jajaran unit kerja sekolah hadir secara lengkap untuk mendampingi proses verifikasi berkas, meliputi:

  • Para Wakil Kepala Sekolah beserta staf

  • Kepala Tata Usaha beserta staf

  • Kepala Perpustakaan beserta staf

  • Kepala UKS beserta staf

  • Kepala BK beserta staf

  • Bendahara Sekolah beserta staf

Proses pemeriksaan kelengkapan berkas dan wawancara dengan masing-masing penanggung jawab unit kerja berlangsung secara lancar, hangat, dan profesional. Setiap bidang menyajikan data fisik serta dokumen pendukung sesuai kriteria pemeriksaan pengawas.

Keluarga besar SMK Pawiyatan Surabaya berharap seluruh rangkaian proses evaluasi perpanjangan izin operasional ini membuahkan hasil yang memuaskan dan berjalan sukses, sehingga SMK Pawiyatan Surabaya dapat terus konsisten memberikan layanan pendidikan kejuruan yang berkualitas, akuntabel, dan unggul bagi seluruh peserta didik dan masyarakat. ~AA

SMK Pawiyatan Surabaya Gelar Tryout Persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun Ajaran 2026/2027

SURABAYA, 21 September 2026 – Guna mematangkan kesiapan seluruh peserta didik tingkat akhir dalam menghadapi evaluasi kemampuan akademik, SMK Pawiyatan Surabaya secara resmi memulai rangkaian Tryout Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk Tahun Ajaran 2026/2027 pada Senin (21/9/2026). Rangkaian kegiatan ini dirancang secara sistematis untuk mengukur, memetakan, serta meningkatkan kesiapan akademis siswa sebelum menghadapi TKA utama.

Pelaksanaan Tryout TKA ini terbagi ke dalam dua gelombang simulasi. Tryout 1 berlangsung selama dua hari, yakni pada tanggal 21 hingga 22 September 2026. Selanjutnya, para siswa akan mengikuti Tryout 2 yang dijadwalkan pada 21 hingga 22 Oktober 2026 sebagai ajang evaluasi akhir sebelum menghadapi ujian yang sesungguhnya.

Kegiatan tryout maupun TKA resmi diikuti oleh seluruh siswa-siswi kelas XII SMK Pawiyatan Surabaya yang berjumlah 426 siswa. Untuk menunjang kelancaran, ketertiban, dan kenyamanan berbasis komputer, sekolah mengoptimalkan penggunaan empat laboratorium komputer utama, yaitu:

  1. Laboratorium DKV (Desain Komunikasi Visual)

  2. Laboratorium RPL (Rekayasa Perangkat Lunak)

  3. Laboratorium AKL (Akuntansi dan Keuangan Lembaga)

  4. Laboratorium MP (Manajemen Perkantoran)

Fasilitas laboratorium berbasis TI tersebut siap menyokong seluruh tahapan ujian hingga pelaksanaan TKA utama mendatang. Berdasarkan jadwal resmi, Pelaksanaan TKA Gelombang 1 akan diselenggarakan pada 26–29 Oktober 2026, disusul oleh Pelaksanaan TKA Gelombang 3 pada 2–5 November 2026.

Melalui rangkaian simulasi berbasis komputer ini, SMK Pawiyatan Surabaya berharap seluruh peserta didik kelas XII tidak hanya siap secara materi pelajaran, tetapi juga memiliki mental yang tangguh serta familiar dengan teknis pelaksanaan ujian digital. Dukungan sarana dan prasarana yang memadai di tiap laboratorium diharapkan mampu mendorong pencapaian hasil belajar yang optimal bagi seluruh siswa. ~AA

SMK Pawiyatan Surabaya Terapkan RTS dari BNNP JATIM

Surabaya 04 Sept 2026 — Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan bersih dari penyalahgunaan narkotika terus diperkuat oleh SMK Pawiyatan Surabaya. Salah satunya melalui keterlibatan siswa dalam program Remaja Teman Sebaya (RTS) yang digaungkan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai bagian dari penguatan ketahanan remaja terhadap penyalahgunaan narkoba.

Dalam program tersebut, SMK Pawiyatan Surabaya menjadi salah satu sekolah yang menerapkan program RTS di Kota Surabaya. Program ini menempatkan remaja sebagai bagian penting dalam membangun kesadaran di lingkungan sekolah. Melalui pendekatan teman sebaya, siswa diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu menjadi penggerak dan penyampai pesan positif kepada teman-temannya.

Keterlibatan SMK Pawiyatan juga sejalan dengan agenda BNN Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat ketahanan diri remaja untuk mengenali dan menolak penyalahgunaan narkotika, termasuk penyalahgunaan narkotika melalui rokok elektronik atau vape. Dalam surat resminya, BNN Provinsi Jawa Timur mengangkat tema “Jangan Tertipu Asapnya, Pahami Bahayanya, Berani Tolak Penyalahgunaan Narkotika.”

Dua Siswa Dipercaya Menjadi Duta Sekolah

Sebagai bentuk nyata keterlibatan siswa, SMK Pawiyatan Surabaya menunjuk dua siswa untuk menjadi duta sekolah dalam menyampaikan pesan pencegahan kepada generasi muda.

Keduanya adalah Jonathan Raditya Alviano Pawani, siswa kelas XII DKV 1, yang dipercaya menjadi duta sekolah untuk sosialisasi bahaya narkoba, serta Annurruhullah Ramadhan, siswa kelas XII DKV 2, yang dipercaya menjadi duta sekolah untuk sosialisasi bahaya vape.

Penunjukan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk menumbuhkan keberanian dan kepedulian siswa dalam menyampaikan edukasi kepada lingkungan sebayanya. Pesan pencegahan akan lebih mudah diterima ketika disampaikan oleh sesama remaja dengan bahasa dan pendekatan yang dekat dengan kehidupan mereka.

Foto : Annurruhullah Ramadhan Dan Jonathan Raditya Alviano Pawani

 

Jonathan: Remaja Bersinar, Remaja Bersih Narkoba

Dalam kegiatan sosialisasi program RTS yang dilaksanakan di aula SMK Pawiyatan Surabaya pada Jumat, 4 September 2026, Jonathan Raditya Alviano Pawani turut menyampaikan materi bertajuk “Remaja Bersinar — Bersih Narkoba.”

Materi tersebut mengangkat pentingnya membangun kesadaran sejak usia remaja. Jonathan menjelaskan bahwa remaja merupakan generasi penerus bangsa yang rentan terhadap pengaruh lingkungan. Karena itu, pemahaman mengenai bahaya narkoba menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan remaja untuk mengenali, menghindari, dan menolak penyalahgunaan narkotika.

Dalam pemaparannya, Jonathan juga mengajak teman-temannya memahami konsekuensi penyalahgunaan narkoba. Materi yang disampaikan mencakup dasar hukum narkotika di Indonesia, jenis dan golongan narkotika, dampak terhadap kesehatan fisik dan psikologis, serta berbagai dampak sosial yang dapat ditimbulkan. Penyalahgunaan narkoba tidak hanya berisiko terhadap kesehatan, tetapi juga dapat berdampak pada pendidikan, pekerjaan, hubungan keluarga, kehidupan sosial, dan masa depan remaja.

Jonathan juga menekankan pentingnya edukasi, dukungan keluarga, dan memilih lingkungan pergaulan yang positif sebagai bagian dari upaya pencegahan. Materi BNN yang disampaikannya menempatkan pengetahuan dan kesadaran sebagai bekal agar remaja mampu mengenali bahaya narkoba dan menghindarinya.

Pesan yang dibawa Jonathan sederhana namun kuat: jangan sampai narkoba menentukan masa depan generasi muda. Remaja harus berani mengambil keputusan yang sehat, menjaga pergaulan, dan memiliki keberanian untuk mengatakan tidak terhadap penyalahgunaan narkoba.

Membangun Budaya Saling Mengingatkan

Program Remaja Teman Sebaya tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi. Lebih jauh, program ini diharapkan mampu membangun budaya saling mengingatkan di antara siswa.

Masa remaja merupakan periode penting dalam pembentukan karakter, pengambilan keputusan, dan pencarian jati diri. Pada fase tersebut, pengaruh lingkungan dan teman sebaya memiliki peran yang cukup besar. Oleh sebab itu, membangun lingkungan pertemanan yang positif menjadi salah satu bagian penting dalam mencegah siswa terjerumus pada perilaku yang berisiko.

Melalui RTS, siswa didorong untuk menjadi teman yang peduli, teman yang mengingatkan, dan teman yang berani mengatakan tidak terhadap narkoba maupun penyalahgunaan vape.

Kehadiran Jonathan dan Annurruhullah sebagai duta sekolah menjadi representasi semangat tersebut. Mereka tidak hanya membawa nama sekolah dalam kegiatan yang berkaitan dengan BNN, tetapi juga diharapkan mampu meneruskan pesan edukasi kepada warga SMK Pawiyatan Surabaya.

Bersama Mewujudkan Generasi Bersih Narkoba

SMK Pawiyatan Surabaya memandang pencegahan penyalahgunaan narkoba sebagai bagian dari pendidikan karakter. Sekolah tidak hanya bertugas memberikan pengetahuan akademik dan keterampilan kejuruan, tetapi juga membekali siswa dengan kemampuan mengambil keputusan yang bertanggung jawab serta menjaga diri dan lingkungannya.

Keterlibatan dalam program Remaja Teman Sebaya menjadi salah satu bentuk komitmen tersebut. Dengan dukungan sekolah, keluarga, BNN, dan seluruh warga sekolah, diharapkan tumbuh generasi muda yang memiliki pengetahuan, keberanian, dan keteguhan untuk menolak penyalahgunaan narkoba.

Remaja bersinar bukan sekadar slogan. Ia adalah semangat untuk menjaga masa depan, membangun pergaulan yang sehat, dan bersama-sama menciptakan sekolah yang bersih dari narkoba. ~AA

SMK Pawiyatan Surabaya Gelar Cek Kesehatan Gratis Bersama Puskesmas Simomulyo untuk Wujudkan Generasi Sekolah yang Sehat dan Produktif

SURABAYA, 08 September 2026 – Sebagai wujud kepedulian terhadap kesehatan peserta didik sekaligus mendukung program strategis nasional, SMK Pawiyatan Surabaya bekerja sama dengan Puskesmas (PKM) Simomulyo Kecamatan Sukomanunggal sukses menyelenggarakan kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada Selasa (8/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah ini menyasar para siswa dari berbagai tingkat dan program keahlian. Program Nasional Cek Kesehatan Gratis ini diluncurkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia guna memantau serta mendeteksi kondisi fisik serta kebugaran para remaja secara dini, sehingga proses belajar-mengajar di sekolah dapat berjalan secara optimal.

Tim tenaga medis dari PKM Simomulyo menerjunkan personel lengkap untuk melakukan serangkaian skrining kesehatan komprehensif. Pemeriksaan meliputi pengukuran indeks massa tubuh (berat dan tinggi badan), pemeriksaan ketajaman penglihatan dan pendengaran, cek hemoglobin (Hb) untuk mendeteksi anemia, tekanan darah, hingga pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut. Selain pemeriksaan fisik, para siswa juga mendapatkan edukasi seputar gaya hidup sehat dan pemenuhan gizi seimbang bagi remaja.

Kepala SMK Pawiyatan Surabaya, Andi Susanto, S.E, M.M menyambut baik sinergi yang terjalin dengan pihak Puskesmas Simomulyo. Menurutnya, kesehatan fisik merupakan fondasi utama bagi peserta didik untuk mencapai prestasi belajar dan siap menghadapi tantangan di dunia kerja maupun industri.

“Kesehatan siswa adalah prioritas kami. Melalui program CKG ini, kita tidak hanya mendeteksi potensi masalah kesehatan sejak dini, tetapi juga membangun kesadaran para siswa akan pentingnya menjaga pola hidup sehat. Kami sangat mengapresiasi kolaborasi dan pelayanan sigap dari tim PKM Simomulyo,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Antusiasme tinggi terlihat dari para siswa yang mengikuti alur pemeriksaan dengan tertib dan teratur. Kegiatan berjalan lancar dengan pendampingan penuh dari tim kesiswaan serta para guru SMK Pawiyatan Surabaya.

Melalui pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis ini, SMK Pawiyatan Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus menciptakan lingkungan sekolah yang tidak hanya unggul secara akademis dan keahlian vokasi, tetapi juga mendukung tumbuh kembang fisik dan mental generasi muda yang sehat, tangguh, serta siap berkarya.~AA

LDKS OSIS SMK Pawiyatan Surabaya: Membentuk Karakter Pemimpin Muda yang Kritis, Kompak, dan Bertanggung Jawab

Pasuruan, 7 September 2026 — Sebanyak 82 siswa SMK Pawiyatan Surabaya mengikuti kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) OSIS yang digelar di TSOT Camp, Jl. Kaliandra, Dusun Gamoh, Desa Dayurejo, Prigen, Pasuruan, Senin (7/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 7–8 September 2026, ini diselenggarakan dengan menggandeng TSOT Outbound sebagai event organizer. Para peserta terdiri atas 66 siswa putri dan 16 siswa putra, yang mengikuti rangkaian kegiatan kepemimpinan dengan memadukan pembekalan materi, diskusi, serta aktivitas outbound di alam terbuka.

Dibuka Waka Kesiswaan

Rangkaian LDKS secara resmi dibuka oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Pawiyatan Surabaya, Bapak Lantip Rahmadi, M.M.

Dalam sambutannya, Lantip Rahmadi menekankan bahwa LDKS bukan sekadar kegiatan untuk memberikan pemahaman mengenai organisasi OSIS. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana pembentukan karakter siswa agar memiliki bekal yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia menyampaikan bahwa melalui LDKS, siswa diharapkan mampu berpikir kritis, bekerja dalam tim, memiliki komitmen, serta bertanggung jawab terhadap tugas dan amanah yang diberikan.

Pesan tersebut menjadi landasan penting bagi peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Seorang pemimpin, menurut semangat yang dibangun dalam kegiatan ini, bukan hanya dituntut mampu memberikan arahan kepada orang lain, tetapi juga harus mampu mengambil keputusan secara bijak, menghargai anggota tim, memegang komitmen, dan bertanggung jawab atas setiap keputusan yang diambil.

Tantangan Outbound, Belajar dari Pengalaman

Usai pembukaan dan kontrak belajar, peserta mengikuti diskusi kelompok sebelum memasuki kegiatan yang lebih menantang. Aktivitas Flying Fox menjadi salah satu pengalaman yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk melatih keberanian dan kepercayaan diri.

Kegiatan kemudian berlanjut dengan Outbound Rally. Dalam aktivitas ini, kekompakan dan komunikasi antarpeserta menjadi bagian penting untuk menyelesaikan tantangan.

Di sinilah nilai kepemimpinan tidak hanya dibicarakan, tetapi dipraktikkan secara langsung. Peserta belajar bahwa sebuah tim dapat bekerja secara optimal ketika setiap anggotanya mampu berkomunikasi, saling mendukung, menjalankan peran, dan bertanggung jawab terhadap tujuan bersama.

Dari Keorganisasian hingga Manajemen Diri

Selain aktivitas luar ruang, peserta juga mendapatkan pembekalan melalui materi Keorganisasian dan Administrasi. Materi tersebut memberikan dasar pemahaman mengenai bagaimana sebuah organisasi dapat dikelola dengan baik dan tertib.

Saat berita ini disusun, peserta tengah mengikuti materi “Manajemen Diri”. Materi ini menjadi bagian penting dalam rangkaian LDKS karena kepemimpinan pada dasarnya diawali dari kemampuan seseorang dalam mengelola dirinya sendiri.

Peserta diajak memahami pentingnya kedisiplinan, pengelolaan waktu, menentukan prioritas, membangun komitmen, serta bertanggung jawab terhadap tugas yang telah diberikan.

Pembelajaran tersebut menjadi semakin relevan setelah peserta sebelumnya mengikuti berbagai aktivitas kelompok. Pengalaman di lapangan memberikan gambaran nyata bahwa keberhasilan sebuah kegiatan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kemampuan setiap anggota untuk mengendalikan diri, menjalankan peran, dan bekerja bersama.

Menyiapkan Kader OSIS yang Berkarakter

LDKS OSIS SMK Pawiyatan Surabaya diharapkan menjadi momentum bagi para peserta untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri, kritis, disiplin, mampu bekerja sama, berkomitmen, dan bertanggung jawab.

Dengan mengambil lokasi di kawasan alam terbuka Prigen, kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari pembelajaran di ruang kelas. Setiap tantangan menjadi media untuk belajar, setiap kerja sama menjadi latihan kepemimpinan, dan setiap tugas menjadi kesempatan untuk membangun rasa tanggung jawab.

Rangkaian LDKS hari pertama masih akan berlanjut hingga malam. Peserta dijadwalkan mengikuti Malam Inagurasi, yang diharapkan menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan dan membangun kekompakan antarpeserta.

Dari TSOT Camp, Prigen — LDKS OSIS SMK Pawiyatan Surabaya bukan sekadar latihan menjadi pengurus organisasi. Ini adalah proses menempa karakter: belajar berpikir kritis, belajar bekerja sebagai tim, memegang komitmen, dan berani bertanggung jawab. ~AA

SMK Pawiyatan Surabaya Peringati Maulid Nabi 1448 H: Jadikan Rasulullah Sebagai Inspirasi Pemuda di Era Digital

SURABAYA 24 Agustus 2026 – Mengawali pekan dengan penuh keberkahan, SMK Pawiyatan Surabaya sukses menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H pada Senin pagi (24/8/2026). Bertempat di Masjid Ulul Albab Simomulyo, Kecamatan Sukomanunggal, Kota Surabaya, acara keagamaan ini berlangsung khidmat dari pukul 07.00 hingga 10.15 WIB.

Tahun ini, peringatan Maulid Nabi mengusung tema “Pemuda Cinta Nabi, Rasulullah Sebagai Inspirasi”. Tema ini dinilai sangat relevan untuk membangkitkan kecintaan generasi muda terhadap sosok utusan Allah, sekaligus meneladani akhlaknya di tengah arus modernisasi.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang menyejukkan hati. Mengawali kegiatan, Bapak Andi Susanto, S.E, M.M, Kepala SMK Pawiyatan Surabaya dalam sambutannya memberikan pesan mendalam kepada seluruh peserta didik. Beliau menekankan agar seluruh siswa senantiasa meneladani Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari. Upaya memperbaiki akhlak dan karakter harus selalu menjadi prioritas di samping mengejar prestasi akademik.

Memasuki puncak acara, Ustadz Chusni Amaludin, S.HI., M.Pd.I., CDAI., hadir memberikan tausiyah yang mengupas tuntas tema kegiatan. Beliau mengingatkan bahwa momentum peringatan Maulid Nabi adalah waktu yang tepat untuk merefleksikan diri, serta memastikan kembali bahwa panduan utama dalam menjalani hidup adalah suri tauladan Rasulullah SAW.

Dalam pesannya yang ditujukan khusus bagi para pelajar, Ustadz Chusni mengibaratkan ilmu sebagai cahaya.

“Sebagai siswa yang sedang menuntut ilmu, sadarilah bahwa ilmu itu bagaikan cahaya. Dalam upaya memperbaiki akhlak dan mendapatkan ilmu yang berkah, salah satu kuncinya adalah memiliki sifat tawadhu (rendah hati) serta selalu memuliakan orang tua dan guru,” papar Ustadz Chusni.

Lebih lanjut, beliau juga menyoroti tantangan kehidupan di zaman modern yang serba canggih. Generasi muda saat ini dinilai sulit lepas dari gawai (gadget). Beliau mengingatkan agar siswa berhati-hati dan menjauhi maksiat, karena sebuah gawai bisa dengan mudah menjadi sumber keburukan jika disalahgunakan. Namun sebaliknya, apabila dimanfaatkan dengan bijak, gawai tersebut dapat menjadi sarana yang sangat luar biasa untuk belajar dan menggali ilmu pengetahuan.

Acara peringatan Maulid Nabi ini ditutup dengan doa bersama. Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa SMK Pawiyatan Surabaya tidak hanya tumbuh menjadi generasi yang cakap teknologi, tetapi juga menjadi pemuda-pemudi yang berakhlak mulia, senantiasa menjadikan Rasulullah SAW sebagai inspirasi dalam setiap langkah kehidupan.~AA

Khidmatnya Peringatan HUT RI ke-81 di Yayasan Perguruan Pawiyatan: Ketua Yayasan Tekankan Pentingnya Sosok Pendidik Teladan

SURABAYA 17 Agustus 2026 – Semangat kemerdekaan mewarnai segenap keluarga besar Yayasan Perguruan Pawiyatan pada Senin (17/8/2026) pagi. Tepat pukul 07.00 WIB, seluruh jajaran siswa, jajaran dewan guru, beserta staf karyawan dari SMP Pawiyatan Surabaya dan SMK Pawiyatan Surabaya bersatu padu melaksanakan upacara pengibaran bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81.

Berlangsung khidmat di lapangan sekolah, upacara gabungan dua instansi pendidikan di bawah naungan Yayasan Perguruan Pawiyatan ini dipimpin langsung oleh Bapak Drs. Joko Sudariswanto selaku Ketua Yayasan yang bertindak sebagai Pembina Upacara.

Dalam amanatnya, Bapak Drs. Joko Sudariswanto menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi perjuangan di masa kini, yakni tentang bagaimana cara terbaik untuk mengisi kemerdekaan. Secara khusus, beliau menyoroti peran krusial para guru dan mengajak seluruh tenaga pendidik untuk terus bertransformasi menjadi sosok “Pendidik Teladan”.

Menurut pemaparan beliau, seorang pendidik sejati memegang peranan vital sebagai agen peradaban yang bertugas membentuk karakter generasi penerus bangsa. Untuk itu, terdapat empat karakteristik utama yang harus tertanam dalam diri seorang guru teladan:

  • Integritas Tinggi: Menjaga keselarasan dan konsistensi yang teguh antara ucapan dengan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari.

  • Empati dan Sabar: Memiliki kesediaan dan kelembutan hati untuk mendengarkan murid serta membimbing mereka dengan penuh kasih sayang.

  • Disiplin Diri: Menjadi figur percontohan yang nyata dalam hal ketepatan waktu dan pemenuhan tanggung jawab.

  • Sumber Inspirasi: Mampu menjadi pelita yang senantiasa menyalakan semangat belajar dan menumbuhkan motivasi di dalam diri peserta didik.

Lebih lanjut, Bapak Joko mengingatkan kembali marwah seorang guru sebagai figur yang senantiasa digugu dan ditiru (dipercaya dan dicontoh tindak-tanduknya). Beliau menggaungkan kembali filosofi luhur Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara, yakni prinsip Ing Ngarsa Sung Tuladha—yang berarti seorang pemimpin atau pendidik harus mampu berada di depan untuk memberikan teladan.

Beliau menekankan bahwa mendidik yang paling berdampak adalah melalui tindakan nyata, bukan sekadar untaian ucapan semata.

Peringatan HUT ke-81 RI pagi ini diharapkan tidak sekadar menjadi rutinitas seremonial tahunan, melainkan menjadi momentum refleksi bersama. Melalui semangat kemerdekaan ini, seluruh keluarga besar SMP dan SMK Pawiyatan Surabaya terus berkomitmen untuk memberikan dedikasi terbaik demi mencetak generasi muda Indonesia yang tangguh, cerdas, dan berkarakter mulia.~AA

Semarak Kebersamaan, Guru dan Karyawan SMK Pawiyatan Surabaya Sukses Gelar “Trip to Dieng”

SURABAYA 2 Agustus 2026  Dalam rangka menyegarkan kembali semangat kerja sekaligus mempererat tali silaturahmi, segenap guru dan karyawan SMK Pawiyatan Surabaya sukses menggelar kegiatan wisata bersama bertajuk “Trip to Dieng”. Kegiatan ini berlangsung lancar selama tiga hari, terhitung sejak Jumat, 31 Juli hingga Minggu, 2 Agustus 2026.

Demi menjamin kenyamanan dan kelancaran selama perjalanan, panitia penyelenggara bekerja sama dengan agen travel “Dunia Wisata” asal Sidoarjo. Sebanyak dua armada bus dikerahkan untuk membawa seluruh rombongan melintasi perjalanan lintas provinsi dengan aman.

Merujuk pada jadwal rinci agenda hari pertama (31/7) dimulai dengan berkumpulnya seluruh peserta di meeting point pada pukul 19.00 WIB. Tepat pukul 19.30 WIB, rombongan secara resmi diberangkatkan menuju Jawa Tengah.

Keesokan harinya (1/8), peserta tiba di tempat transit wisata pada pukul 03.00 dini hari. Mengingat medan menuju puncak, perjalanan dilanjutkan menuju Dataran Tinggi Dieng menggunakan armada shuttle. Setelah menunaikan ibadah Sholat Subuh di Desa Stieng, lelahnya perjalanan malam langsung terbayar lunas dengan suguhan pemandangan matahari terbit (sunrise) yang menawan dari Gardu Pandang Stieng pada pukul 05.00.

Seusai menikmati sunrise dan menyantap sarapan pagi, rombongan diajak menjelajahi pesona sejarah dan keajaiban alam khas Dieng. Ekspedisi dilanjutkan secara maraton mengunjungi Kompleks Candi Arjuna, fenomena vulkanik Kawah Sikidang, panorama alam Batu Ratapan Angin, dan ditutup dengan sesi edukatif di Dieng Plateau Theater.

Pada pukul 13.30, seluruh rombongan telah kembali ke tempat transit untuk membersihkan diri. Namun, perjalanan belum berakhir. Pukul 14.30, bus kembali melaju menuju Kota Yogyakarta. Di kota pelajar ini, rombongan disuguhi santap malam lezat di rumah makan Gule Kepala Ikan Sangaji, sebelum akhirnya dilepas untuk menikmati suasana malam dan mengeksplorasi kawasan ikonik Jalan Malioboro.

TripToDieng

Puas berwisata dan berbelanja, rombongan akhirnya bertolak kembali menuju Surabaya pada pukul 22.00 malam. Rombongan guru dan karyawan dijadwalkan tiba kembali di Surabaya pada Minggu (2/8) pukul 03.00 dini hari.

Perjalanan singkat namun sarat makna ini diharapkan dapat menjadi momen refreshing yang berkualitas, sehingga seluruh guru dan karyawan SMK Pawiyatan Surabaya dapat kembali ke sekolah dengan membawa energi baru dan motivasi yang lebih tinggi dalam mendidik para siswa.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh warga sekolah dapat memulai kembali aktivitas pembelajaran dengan semangat baru, hati yang ceria, serta hubungan yang semakin erat.