
SURABAYA 17 Agustus 2026 – Semangat kemerdekaan mewarnai segenap keluarga besar Yayasan Perguruan Pawiyatan pada Senin (17/8/2026) pagi. Tepat pukul 07.00 WIB, seluruh jajaran siswa, jajaran dewan guru, beserta staf karyawan dari SMP Pawiyatan Surabaya dan SMK Pawiyatan Surabaya bersatu padu melaksanakan upacara pengibaran bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81.
Berlangsung khidmat di lapangan sekolah, upacara gabungan dua instansi pendidikan di bawah naungan Yayasan Perguruan Pawiyatan ini dipimpin langsung oleh Bapak Drs. Joko Sudariswanto selaku Pembina Yayasan yang bertindak sebagai Pembina Upacara.
Dalam amanatnya, Bapak Drs. Joko Sudariswanto menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi perjuangan di masa kini, yakni tentang bagaimana cara terbaik untuk mengisi kemerdekaan. Secara khusus, beliau menyoroti peran krusial para guru dan mengajak seluruh tenaga pendidik untuk terus bertransformasi menjadi sosok “Pendidik Teladan”.
Menurut pemaparan beliau, seorang pendidik sejati memegang peranan vital sebagai agen peradaban yang bertugas membentuk karakter generasi penerus bangsa. Untuk itu, terdapat empat karakteristik utama yang harus tertanam dalam diri seorang guru teladan:
-
Integritas Tinggi: Menjaga keselarasan dan konsistensi yang teguh antara ucapan dengan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari.
-
Empati dan Sabar: Memiliki kesediaan dan kelembutan hati untuk mendengarkan murid serta membimbing mereka dengan penuh kasih sayang.
-
Disiplin Diri: Menjadi figur percontohan yang nyata dalam hal ketepatan waktu dan pemenuhan tanggung jawab.
-
Sumber Inspirasi: Mampu menjadi pelita yang senantiasa menyalakan semangat belajar dan menumbuhkan motivasi di dalam diri peserta didik.
Lebih lanjut, Bapak Joko mengingatkan kembali marwah seorang guru sebagai figur yang senantiasa digugu dan ditiru (dipercaya dan dicontoh tindak-tanduknya). Beliau menggaungkan kembali filosofi luhur Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara, yakni prinsip Ing Ngarsa Sung Tuladha—yang berarti seorang pemimpin atau pendidik harus mampu berada di depan untuk memberikan teladan.
Beliau menekankan bahwa mendidik yang paling berdampak adalah melalui tindakan nyata, bukan sekadar untaian ucapan semata.
Peringatan HUT ke-81 RI pagi ini diharapkan tidak sekadar menjadi rutinitas seremonial tahunan, melainkan menjadi momentum refleksi bersama. Melalui semangat kemerdekaan ini, seluruh keluarga besar SMP dan SMK Pawiyatan Surabaya terus berkomitmen untuk memberikan dedikasi terbaik demi mencetak generasi muda Indonesia yang tangguh, cerdas, dan berkarakter mulia.~AA





